untaian kata kepada dunia

Showing posts with label sastra. Show all posts
Showing posts with label sastra. Show all posts

Tuesday, January 15, 2013

Habis Gelap Terbitlah Terang



"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata "aku tiada dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "aku mau!" membuat kita mudah mendaki puncak gunung."

Sebelum baca buku ini, saya sempet mikir ngapain sih kita tiap 21 April kudu ngerayain hari kartini segala. Kayaknya biasa aja gitu, soal emansipasi itu. Ternyata pas baca buku ini baru ngerti, ternyata pemikiran beliau ini luar biasa sekali, melampaui zamannya deh. Yang bikin terpana lagi pemikiran akan kehidupan pada umumnya dan usahanya menyetarakan kaum wanita dan pria itu keluar dari dirinya-- seorang wanita jawa kuno, dipingit pula. Kagum deh. Walaupun ada yang bilang dia bukan pahlawan wanita sebenarnya dan usahanya belum cukup besar untuk jadi pahlawan, saya tetap kagum sama R. A. Kartini.

"agama harus menjaga kita daripada berbuat dosa, tapi berapa banyaknya dosa diperbuat orang atas nama agama itu!"


Review buku ini repost dari akun saya di goodreads. Karena jarang online di goodreads saya repost ke blog aja deh...

Sebenernya banyak banget kalimat-kalimat dari buku ini yang bisa dijadiin quote. Luar biasa pokoknya. Ya memang pahlawan wanita di Indonesia bukan hanya Kartini. Tapi hanya dia yang menulis, menuangkan pemikirannya dalam kata-kata. Dulu entah saya pernah baca atau berdiskusi dengan seseorang. Intinya pada akhirnya yang akan dikenang oleh dunia adalah tulisan kita.

Pernah dengar Lucca Pacioli? Yang anak akuntansi pasti tidak asing dengan nama ini. Ya beliau adalah "bapak akuntansi" tapi tahukah kalian kalau sebenarnya praktik akuntansi sendiri sudah diterapkan jauh sebelum Lucca Pacioli menulis bukunya. Dan bukunya si Mbah Lucca ini pun sebenarnya tentang matematika dan hanya ada satu bab saja yang membahas akuntansi, lebih tepatnya persamaan dasar akuntansi Asset = Liabilities + Equities. Dan karenanya Lucca Pacioli disebut sebagai bapak akuntansi.

Kemudian ada pula Columbus si penemu benua Amerika. Saya pernah berdiskusi dengan teman saya, dan dia bercerita bahwa sebenarnya suku bugis telah menginjakkan kaki lebih dulu di benua Amerika daripada Columbus tapi yah begitulah Columbus dengan catatan perjalanannya menasbihkan dia sebagai penemu benua Amerika.

Jikalau kau ingin dikenang dunia. Menulislah.
Dalam bentuk apapun itu. Walau hanya sekedar rangkaian aksara yang mencoba membebaskan diri dari sudut pikiran.

Dan di sinilah saya, mencoba untuk memintal untaian kata kepada dunia agar setidaknya pemikiran saya tidak turut terkubur bersama raga saya kelak ketika waktunya tiba.

Oya sekalian ah mau bikin #SweepingDeclaration. Mau bikin review tentang buku yang aku baca dan film yang aku tonton. Doakan sayah pemirsah agar tetap istiqomah!!! Amiiin!!!
Read More

Wednesday, January 2, 2013

Angin Segar

Apalah arti mendamba segala tetap sama
Jika semua yang ada di dunia pada hakikatnya berubah senantiasa
Apalah arti menahan sesuatu di tempat yang bukan seharusnya
Jika segala sesuatu selalu bergerak mengikuti irama
Tak perlu membedakan yang sejatinya sama
Tak perlu jua menyamakan yang sudah dari sananya berbeda

Perubahan terlihat datang bersisian dengan nestapa
Padahal sesungguhnya bisa jadi ia membawa bahagia
Hanya hati kita yang terlalu gelap untuk melihatnya
Untuk apa kita sesali kedatangannya
Jika ia adalah angin segar
Membuat awan berarak pergi menjauhi mentari, berhenti menutupi sinarnya
Hingga akhirnya kita dapat rasa hangatnya mentari menyinari sukma

Tak perlu memaki penyesalan
Karena apalah artinya ia jika ia adalah sebuah pelajaran
Apalah arti menghujat ia hingga buat kita lupa
Jika kehadirannya membawa yang terbaik bagi kita

Perubahan terkadang berjalan bersisian dengan penyesalan
Padahal, perubahan bisa datang tanpa penyesalan
Hanya jika...
Jika kita tak berusaha menghindar

Hingga masanya tiba, kita tersadar akhirnya
Kehadiran mereka yang senantiasa kita sangkal, sejatinya akan selalu ada dalam lingkar kehidupan
Semua tak jadi soal
Asal kita bersedia berlapang dada, menyambut kehadiran mereka dengan tangan terbuka
Alih-alih bersua dengan nestapa, berjumpalah kita dengan kedamaian jiwa.


Jakarta, 2 Januari 2013
Lusia Agasty P
(di belakang meja kerja)







Read More

Thursday, July 29, 2010

SPASI

SPASI
"Filosofi Kopi" Dee Lestari



"Seindah apapun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?


Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring."



Prosa lain dari Dee yang saya suka
, di prosa ini Dee menggambarkan bagaimana sebuah hubungan berjalan. Tidak mendominasi tapi saling berbagi dan mengerti. Mengerti bahwa memang wajar jika menganggap pasangan adalah yang paling penting di dunia ini, tapi jangan lupa bahwa yang di dunia ini bukan hanya pasangan saja yang ada. Berilah ruang, berilah spasi kepada pasangan agar bisa mengekspresikan diri, bersosialisasi, melakukan hal lain yang dia sukai. Bukannya melarangnya bersosialisasi dengan teman2 sepergaulan, kemana2 harus diantar jemput, boro2 jalan sama teman lawan jenis, sms/ telpon aja udah muring-muring..ohh come on, that's so ridiculous. Kalo punya pasangan kayak begitu buang ke laut aja deh.


Tapi kalo sudah menikah lain lagi. Yaa spasi dan ruang itu harus tetap ada. Tapi kita juga harus tau diri. Tidak jalan berduaan dengan lawan jenis misalnya, jagalah kehormatan diri, pasangan, dan anak-anak. Kalo pergi rame-rame sih kenapa tidak. Tapi pas pacaran udah kayak gitu..aduuuh capek deh..

Semoga dengan membaca postingan kali ini, pembaca akan sadar. Yang sudah kasih spasi ke pasangannya, pertahankan! Yang belum, berilah!
Dan ingat segala sesuatu yang berlebihan itu sama sekali tidak baik. Termasuk spasi, kalo berlebihan cenderung menjadi tidak peduli. Jadi secukupnya saja. Sekian.



nb: untuk dia yang dari permulaan hingga sekarang memberiku spasi. terima kasih.
Read More

Wednesday, July 28, 2010

Jembatan Zaman



Jembatan Zaman
(filosofi kopi, dee lestari)


"Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segala.

Pohon besar tumbuh mendekati langit dan menjauhi tanah. Namun masih ingatkah ia dengan sepetak tanah mungil waktu masih kerdil dulu? Masih pahamkah ia akan semesta kecil ketika semut serdadu bagaikan kereta raksasa dan setetes embun seolah bola kaca dari surga, tatkala ia tak peduli akan pola awan di langit dan tak kenal tiang listrik?

Waktu kecil dulu, kupu-kupu masih sering hinggap di pucuknya. Kini burung besar bahkan bersangkar di ketiaknya, kawanan kelelawar menggantungi buahnya. Namun jangan sekali-kali ia merendahkan kupu-kupu yang hanya menggeliat di tapaknya, karena mendengar bahasanya pun ia tak mampu lagi.

Setiap jenjang memiliki dunia sendiri, yang selalu dilupakan ketika umur bertambah tinggi. Tak bisa kembali ke kacamata yang sama bukan berarti kita lebih mengerti dari yang semula. Rambut putih tak menjadikan kita manusia yang segala tahu.

Dapatkah kita kembali mengerti apa yang ditertawakan bocah kecil atau yang digejolakkan anak belasan tahun seiring dengan kecepatan zaman yang melesat meninggalkan? Karena kita tumbuh ke atas tapi masih dalam petak yang sama. Akar kita tumbuh ke dalam dan tak bisa terlalu jauh ke samping. Selalu tercipta kutub-kutub pemahaman yang tak akan bertemu kalau tidak dijembatani.

Jembatan yang rendah hati, bukan kesombongan diri."




Prosa karangan Dewi Lestari yang bernama pena Dee ini adalah salah satu prosa favorit saya. Menasehati tanpa menggurui. Kata-katanya indah.

"
Bertambahnya usia bukan berarti kita paham segala".

Saya setuju sekali, kurang lebih sama seperti yang dikatakan Gus Mus di Kompas bahwa " Jangan pernah berhenti belajar. Orang-orang yang suka bikin masalah itu orang-orang yang berhenti belajar. Karena mereka merasa paling benar dan paling pintar, sehingga tidak mau mendengar dan menerima masukan/ pendapat orang lain."

Bukankah biasanya begitu, orang yang sudah berumur merasa tahu segala dan menganggap orang yang lebih muda tidak tahu apa-apa. Bahkan ada yang beranggapan bahwa saya sudah tua jadi tidak perlu belajar dan menambah wawasan, hey kekuatan manusia itu tidak terbatas, maka jangan membatasi diri. Mungkin karena ini juga terkadang orang tua itu menyebalkan, sudah berhenti belajar, merasa paham segalanya pula.

Seperti yang Charlize Theron bilang "Maybe we dont know what we want to be, but at least we know what we dont want to be."
Ah ya saya jadi teringat buku The Secret, dalam buku itu disebutkan kalau kita ingin sukses dalam hidup maka fokuslah terhadap apa yang kita inginkan. Masalahnya adalah terkadang kita tidak tahu apa yang kita inginkan. Solusinya sederhana, cari apa yang tidak kita inginkan, maka apa yang kita inginkan adalah kebalikannya bukan?

Saya tidak mau menjadi orang berumur yang berhenti belajar, saya ingin menjadi orang berumur yang terus belajar dan menambah wawasan.

Saya tidak mau menjadi orang berumur yang merasa paling tahu segala dan memiliki kesombongan diri, saya ingin menjadi orang yang memiliki jembatan yang rendah hati.

Dan jujur saja, rasanya saya tidak dapat kembali mengerti apa yang ditertawakan bocah kecil dan apa yang digejolakkan anak belasan tahun. Bagaimana dengan kalian?
Semoga kita semua mempunyai jembatan yang rendah hati, bukan kesombongan diri

Read More

My Blog List

Powered by Blogger.

© 2011 L'histoire de Ma Vie, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena