untaian kata kepada dunia

Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts
Showing posts with label #30HariMenulisSuratCinta. Show all posts

Monday, February 11, 2013

The One Who's Fighting

One day you told me about your story
For my lack of understanding I’m sorry

I don’t know what you’re going through on your pace
But for every tough times you face
There’s always the One that you can embrace
By giving Him praise
I hope you soon can knock down tough times you face

For you,
The one who’s fighting...
For every tough times now you’re facing
Do not ever dare to stop hoping and fighting

For you,
The one who’s fighting...
For every turbulent that block your way
Dont forget to pray

And last but not least I want to say
I hope these worthless  words can spark your day
Read More

Thursday, February 7, 2013

Pria Masa Depan

Terdengar aneh pastinya menulis surat cinta untuk pria masa depanku.
Siapa dia aku tak tahu.
Sedang apa dia, di mana dia, sedang bersama siapa. Bagaimana pula aku tahu.
Hanya saja hati tetap tergelitik untuk membuat surat ini.

Jadi begini pria masa depanku...
Aku Lusia Agasty Prihantika biasa dipanggil Uci. Tapi ada juga yang manggil Cici, Ucai, Yusi, Uc, Uce sampai Upin. Sekarang aku 24 tahun 7 bulan 22 hari.
Aku penggemar pink, hello kitty, pemuja kata. Aku bisa jadi berubah seiring bertambahnya usia tapi 3 hal tadi tak pernah berubah. Harap maklum ya.

Aku pernah dekat dengan 4 pria, tapi yah begitulah gagal semua #huftban9et ya  tapi tak apa pasti semua ada maknanya. Untuk bersamamu pada akhirnya misalnya. Aku tak tahu kau akan menjadi pria ke berapa dalam hidupku. Yang jelas 2 hal: kau tidak akan menjadi cinta pertamaku karena cinta pertamaku adalah ayahku, itu pertama. Kedua kau akan menjadi yang terakhir.

Hey, pria masa depan...
I’m difficult to handle. Be calm, please.
I’m indifferent. Me and my indifference i said. But dont lose hope, yes?
I usually do things on my own. I’m independent yet spoiled at the same time. I love being puk-puk and gelendotan. I hope you love to puk-puk and be gelendotan by me.

I like to spend my time talking to loved ones mostly about unimportant things, but dont be bored, okay?
I love silence too. Dont be confused when the talkative me suddenly become silent. There’s a time i love to remain silent. It’s like i dont want to talk to anyone but i'm savoring the presence of everyone who’s around me. Knowing that you stand by me is enough to make me happy and secure at the same time. Weirdo, right? That’s the part of me.

But be aware if i stop talking to you about little things, my daily life, my dreams . When i do that it means like “hey, who the hell are you, you’re not that important to know my stories. Dangerous.

I’m versatile. I easly get distracted. This exact time I may be like this thing, and the next second i change my mind to another thing. Indecisive bitch is my middle name. Be patient.

I promise myself to be the best wife for you.
I promise myself to be the best mother to our children.
As best as I can. And I will be a great wife and mom. I promise.

Hey pria masa depan...
Berjanjilah padaku untuk hanya memberi rejeki yang halal untuk aku, kamu, dan masa depan kita. Karena tujuanku adalah barokah dan limpahan berkah dari sang Kuasa agar kita bisa sakinah, mawaddah, dan warohmah.

Hey, pria masa depan...
Aku sudah mengajukan proposal kepada sang Pemilik Hati. Entah kapan dia akan menyetujui. Tidak tau pasti kapan disetujui dan belum tentu juga akan disetujui. Kalau disetujui, alhamdulillah. Jika tidak, ya gak papa lah. Karena pasti, pasti, pasti, kau adalah yang terbaik yang Dia berikan untukku.

So, pria masa depan
Above all, I choose to remain silent in pray, hoping that our path soon will cross what’s inside my heart isn’t lost.
Sometimes being silent hurts. Cannot express what you feel is a torture. But I want to do this thing in a right way. And for God’s sake,  I endure it. I still choose to remain silent in pray. 

Hey, pria masa depan...
Dont you think I’m desperate, writing this letter to you? 
Like @ftkf said I dont care if it sounds like oh-so-desperate, and i don’t give a damn if it sounds crazy. But baby, please find me.

Hey, pria masa depan...
I’m waiting the moment we’re going to embrace each other. See you very soon. 



Wanita masa depan,
Lusia Agasty P                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           



Read More

Wednesday, February 6, 2013

Hey, ahjumma

Kepada Yang Tercinta
Ahjumma Herni Setyanti | @NieHerni


Ya ampun baru mikirin kata-kata apa yang mau diketik aja, kelenjar air mataku sudah mulai bekerja :’).
It’s kinda funny ya Ahjum. Waktu kuliah kita jarang berinteraksi *cieeeeh interaksi. Waktu pertama dateng ke Tangerang jongmal domu domu domu kamsahamnida dirimu menyambutku dengan hangatnya.
Gak kepaksa kan ahjum?
Gak ya. Awas kalo iya...nyahahha

Ahjum, suka kangen udah gak bareng sama partner in crime ku. Yang hayuk kemana aja, tancep. Kangen sama sesi chatting with yusuf mansur. Kangen berbagi cerita jikalau resah gundah gulana. Kangen berkomunikasi dalam diam. Kangen sama sesi bakmi jawa malem-malem. Pulang naik becak menikmati semilir angin malam kota Tangerang. Yampun romantis banget ya kita ahjumm :’)

Well, I want to thank God for letting me meet you and get to know you better and closer. I dont know somehow I believe that there’s always reason why God let people come to ourlives. And you, you help me to keep istiqomah. You make me realize that we can have family even if we’re not in our own home.
For always caring about me. I thank you
For always remembering me to keep istiqomah. I thank you
And above all, for being my family in this rantau land. I thank you
Thank you, Ahjumma :’)


Inget ya ahjum, kalo kenapa-kenapa, ada apa-apa, seneng sedih, let me know. Jangan pernah ngerasa sungkan, takut ngerepotin orang. Namanya hidup, berkeluarga, berteman ya saling merepotkan. Kalo gak saling merepotkan apa iya dibilang keluarga/ teman. Dan pastinya orang yang direpotin itu bakalan seneng bukannya terbebani. Setuju kan ya :D

Akhir kata ahjumma, saya menanti sesi bakmi jawa di malam hari bersamamu

Yang sedang menye-menye,
ahjumma ucai
Read More

Monday, February 4, 2013

Best Cheerleaders Ever

Ketika memutuskan untuk ikut proyek #30HariMenulisSuratCinta daftar orang-orang yang saya ingin kirimkan surat langsung terbuat. Dan tentu saja tidak mungkin bagi saya untuk mengesampingkan para pemandu sorak setia yang ada dalam hidup saya :)

Kepada yang terkasih,
Para Pemandu Sorak
di tempat masing-masing


@pipilola
Pertama kali kenal di SMPN 1 Banjarbaru. Cewek china dengan gaya super tomboy rambut jigrak, sungguh menarik perhatian :p. Musti ece-ecean ya kalo inget pertama kali kita kenalan. Dengan gaya super centil "hai, aku Lusia"..ahahaha..dan trade mark ku dari dulu "uci centil"..mihihihi

Inget gak vi, jaman kelas 1 SMP pertama kalinya ngerayain Valentine di rumahnya Selpi dan alm Ibunya Selpi bikinin kita tart bentuk lope-lope gitu, tukeran kado dan kemudian nonton cd konsernya Westlife..nyahahha

Kelas 2 SMP ngerayain Valentine kedua kalinya dan terakhir kalinya di rumahmuuuuuu, tukeran kado, dimasakin kepiting sama mamahmu. *yampuuuun apa kabar si tante?* kemudian jalan-jalan muter murjani... Bonceng 3...hahhaha

Do you realize vi? We have, what I call, on-off relationship. Sometimes we're so close, sometimes we have distance, but somehow we still have each other *maaak ini kayak nulis surat ke cowok nah..nyahaha. You'll be there whenever I need you, di tengah ritme kerjamu yang gila itu. And i hope i do the same way to you.

You are the most cheerful girl I've ever met. You're very easy to mingle and with those giggles, you can break the tangle.
Vivio i miss you T_T. Udah pernah bilang kan, if I were a boy or if I were lesbian, I would date you. Aaaah i miss you mucho-mucho. And I thank you for always supporting me, being the cheerleader in my life :')

@Lorahaqqi
Ini jeung jeung satu ini dependable banget. Dapat diandalkan. Apa-apa sama dia bereeees. Sayangnya satu saking baik dan perhatiannya, banyak cowok-cowok yang salah kaprah..nyahahha..suka gemes sendiri....mihihi
Pertama ketemu di kampus tercinta dan tidak tau bagaimana langsung klik. Sampe orang-orang nyangka udah sahabatan dari SMA padahal baru kenal juga..nyahahha

Salah satu mimpinya adalah mendirikan RSJ buat menampung orgil-orgil yang terlantar di luar sana. Motivasinya sih karena dia takut sama orgil. Tapi beneran sungguh mulia.
Sungguh, sungguh rindu ngobrol goler-goler di kasurmu. Inget waktu saling curhat di telpon sampe tangis-tangisan berdua *peluk kenceng*

Untuk persahabatan kita yang hampir 7 tahun ini. I thank you and I apologize if there are so many things that hurt you. When I annoyed you..heee. Sadar kok kalo aku annyoing *kedip-kedip* Once again thank you for being the cheerleader of my life.

@Indri_Azari
This girl sukanya menebar jaring dimana-mana tapi tak ada yang ditangkap -_-"
Mulai deket sama gadis bali-solo ini waktu ngurus perpus keliling di bantul. Sama-sama suka baca, peduli sama pendidikan. Dibalik kecuekannya sesungguhnya ahjumma indri ini sungguh sensitif *puk-puk

Darl, I know you are now facing tough time. But remember, you always have the One you can embrace. Who always listens to you and gives you solution. Best solution ever. But you have to come closer to Him. and you have us, the cheerleaders of your life. Be strong and stand still. *peluk kenceng*
I thank you for always being there for me. Listening to my stories everytime I talk to you. Dont hesitate to come to me, yes? I love you *peluk kenceng*

@moya_hamsyong
 Si ceria, gokil, gilak, mesum. Pertama kali ketemu di kampus terpadu. Satu unit waktu KKN. Hidup bersama selama 1 bulan. Awalnya ngira anaknya kalem banget, ngomongnya lemah lembut. TER.NYA.TA...nama lainnya adalah moyabi. SU.KA.NYA sama BoA..freak lah pokoknyah.

Tapi ya, dibalik kecengengesannya, dia adalah salah satu orang yang aku cari ketika membutuhkan nasihat. Entah kerasukan arwah siapa tapi di saat tertentu sukanya bijak gitu sampe bengong saya. Entah karena sesama gemini atau gimana tapi berasa klop aja sama ini ahjumma. Kayak dumb and dumber. Aku dumb, dia dumber tentunya :p

Banyak banget ya ahjumma kebodohan yang sudah kita lakukan, aku bangga alih-alih malu..hahaha. Seperti yang aku pernah bilang. If i were a boy or lesbian. I would date 2 girls: vivio and or moya
Ahjumma thank you for always being there for me whenever i need you, di tengah kesibukanmu sebagai dokter, masih menyempatkan waktu untukku :') aaaaak kangen cuuuuuuuuuuun

@mohmd_ichsan
Ini ahjussi gak ngerti juga kenapa sendirian cowok nyempil di sini -_-". Pertama ketemu di lembaga indonesia prancis, temen sekelas dari elementaire sampe...sampe mana ya..hahahha..lupaaak

Ini ahjussi kadang ngilang kadang susah dihubungi kadang ada dimana-mana -_-". Saya dan moya percaya bahwa kegilaan kami pada para pria imajiner kami merupakan buah karma dari ngece-ngece ihsan yang bilang punya pacar tapi gak mau ngenalin ke kita-kita sehingga kita berkata "selama gak dikenalin ke kita maka itu semua hanya sebatas imajinasi ihsan belaka...hahaha".
Salah satu orang yang masuk ke dalam daftar "orang-orang yang kudu ditemui kalau pulang kampung"
someone that i will run to when i have galauness. Tapi akhir-akhir ini sungguh sibuk sekalih T_T
Ahjussi merci beaucoup ya, c'est tres gentil a toi. For being there listens to my story. I thank you.

....
Dan meskipun sudah bersama dengan para pemandu sorak dalam hidup saya ini sekian lama, ada saja hal-hal kecil, kebiasaan mereka yang menyebalkan, kayak di "How I Met Your Mother" mari disimak apa sajakah itu:
@pipilola: kalo udah sebel sama orang atau sama situasi...merepeeeeet aja kerjaannya :p
@Lorahaqqi: kalo dandan lama banget disambi ngobrol lagi...maaaaak gemes maaaak. Pengen tak bebet-bebet itu kerudungnya >.<
@Indri_Azari: kalo lagi monk kayak jihyo..monk nya doang lho ya kayak jihyo *catet* bikin frustrasi
@moya_hamsyong: kalo udah pengen sesuatu kudu pokoknya kudu, macam toddler lagi tantrum
@mohmd_ichsan: ngambekan...maaak...kalo udah gini dicari-cari mulu sih biar gak ngambek, tetep ngambek yaudah didiemin sampe balik sendiri...ahahahha

kalo aku gimana ya guys? *kedip-kedip

akhir kata,
Terima kasih untuk selalu ada terutama di saat terburuk saya :')
Terima kasih untuk selalu menyemangati saya.
Terima kasih sudah mewarnai hari-hari saya.
Terima kasih atas canda tawa tangis airmata.
Saya cinta kalian semua *peluk cium satu-satu*

Pemandu sorak kalian juga,
@uciuciuc
Read More

Monday, January 28, 2013

Salah Tingkah


Senyum tersimpul tiba-tiba
Wajah memanas tampaknya memerah pula
Pikiran berkelana entah kemana
Terjadi begitu saja ketika terlintas ia

Ribuan aksara siap sedia diucap
Tapi mengapa hanya bisu yang tanggap?
Jemari siap menari dengan gegap
Tapi mengapa nada memilih untuk menguap?

Rentetan cerita siap dibagi
Tapi mengapa ia urung diri?
Bertanyalah apa gerangan yang salah di diri ini?

Senyum merekah wajah memerah
Tak ada yang salah
Hanya salah tingkah
Read More

Tuesday, January 22, 2013

If You Only Knew

Saya memutuskan untuk tetap berpartisipasi dalam proyek #30HariMenulisSuratCinta walau surat pertama saya format pengirimannya salah, surat kedua saya gagal diposting ke @poscinta gara-gara signal berulah -_-“. Tak apalah. Tak menyurutkan hasrat saya untuk menebar cintah.

Kali ini saya berpartisipasi menulis surat cinta kepada selebritis. Dan selebritis yang ketiban sial itu adalah Adam Noah Levine. Vocalist sekaligus frontman Maroon 5.




Kepada yang tercinta,
Kangmas Adam Noah Levine | @adamlevine | *Allohuakbar Walillah Ilham*

Teringat kali pertama aku mengenalmu kira-kira 8 tahun yang lalu. Saat aku duduk di bangku SMA kelas 2. Aku sedang unyu-unyu nya lho itu mas. Kau memperkenalkan diri melalui band yang kau gawangi. Maroon 5. Dan membawakan “This Love” omagah aku suka mas.

Gimana aku gak klepek-klepek sama kamu kangmas. Kamu itu tipe aku banget. Tinggi, botak, multi talenta, pandai menguntai kata, dan yang paling penting panjat-able pula. *brb manjat *kelonjotan.

Entah kenapa mas di sela-sela kesibukanmu kau selalu ada untukku. Semacam berkata padaku “i’m never gonna leave this bed”. Saat aku sedang diambang putus cinta. Aku pikir “It’s not right, not okay say the word that you say, maybe we better off this way. I’m not fine. I’m in pain. It’s harder every day. Maybe we better off this way. It’s better that we break”.

Dan ketika akhirnya aku putus cinta, gimana ya mas “It’s just a feeling, just a feeling that I have. I can’t believe now it’s over.” Rasanya tu ya mas “i’m scared to death that there may not be another one like this and I confess that I’m only holding on by a thin thin thread. I’m so sad. Sad.

Dan kemudian kau datang dan dengan bijaksananya berkata “Nothing lasts forever but be honest babe. It hurts but it maybe the only way”.

Waktu aku dulu kepikiran yang "dulu-dulu", “I wasted my nights, you turned out the lights. Now I’m paralyzed. Still stuck in that time when we called it love. But even the sun sets in paradise”. Tapi kamu menyemangatiku “holding back won’t turn back time. Believe me I’ve tried”. Rasanya kayak dipuk-puk mas :3.

Karenamu aku bisa melangkahkan kaki. Meninggalkan masa lalu dan menyambut masa depan. Sampai akhirnya aku pengen banget bisa bilang kayak gini ke gebetan “I really wanna love somebody. I really wanna dance the night away. I really wanna touch somebody. I think about you every single day. I know we’re only half way there, but you take me all way. You take me all the way.”

Aku suka kepikiran sama masa depan mas. Siapa ya kira-kira yang bakal jadi pria masa depanku mas? Etapi kamu ditanyain gitu jawabnya: "I'll never know how the future will go. I don't know what to tell you. I'm not a fortune teller". Yaa bener juga sih mas.

If you only knew, kangmas, there ain't nobody who can comfort me :"). Kamu dengan kata-katamu sangat berarti untukku :”). Terima kasih ya kangmas :")


Your little girl,
Lusia Agasty P

(This Love, Never Gonna Leave This Bed, Better That We Break, Just A Feeling, Sad, Nothing Lasts Forever, Payphone, Beautiful Goodbye, Love Somebody, Fortune Teller, If You Only Knew, Misery)
Read More

Monday, January 21, 2013

Untukmu, Ma


Untuk setiap air mata yang menetes karenaku. Maaf, ma.
Untuk setiap nada tinggi yang terucap untukmu. Maaf, ma.
Untuk setiap kata dan tingkah lakuku yang menyakitimu. Maaf, ma.
Untuk setiap acuh dan ketidakpedulianku padamu. Maaf, ma.
Untuk setiap perih di hatimu karenaku. Maaf, ma.
Untuk setiap tetes peluh, air susu, darah yang kau keluarkan untukku. Terima kasih, ma.
Untuk setiap cemas karena mengkhawatirkanku. Terima kasih, ma.
Untuk setiap masakan yang terhidang hangat di meja. Terima kasih, ma.
Untuk setiap omelan, nasihat yang tak pernah bosan kau sampaikan padaku. Terima kasih, ma.
Untuk setiap doa yang kau panjatkan untukku dalam tiap sujudmu. Terima kasih, ma.

...

Ma, di saat aku memutuskan bekerja di luar kota. Jauh darimu. Aku tak berpikiran apa-apa ma. Tapi ternyata jauh darimu membuatku akhirnya tersadar bahwa kata-katamu adalah benar. Malu aku ma dengan segala pikiranku sebelumnya. Pikirku bahwa kau tau apa. Kau tak tau apa-apa. Maafku untukmu untuk setiap pikiranku “mama gak tau apa-apa”, “mama gak ngerti”. Ternyata aku yang tidak tau apa-apa. Ternyata aku yang belum mengerti ma. Butuh 24 tahun untukku untuk menyadarinya ma. Maaf, ma. Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali kan ma? Dan ma, seperti biasa aku dengan keangkuhanku tak kuasa mengakuinya langsung di hadapanmu. Maaf, ma.

Aku tidak akan lupa ma. Waktu kau menjengukku di Jakarta dan kemudian aku mengantarmu ke bandara. Sambil menunggu pesawatmu, kita duduk di ruang tunggu. Aku mengatakan padamu bahwa aku belum mampu memberimu sesuatu. Aku memperhatikan. Kau terdiam sejenak dan kemudian tertawa sambil berkata “gak papa, nduk”. Kemudian mengelus puncak kepalaku dan mengecup keningku. Tahukah kau ma? Hatiku membuncah, mataku panas menahan air mata. Ya ma,  anakmu ini cengeng luar biasa.

Ma, aku heran kenapa kau bisa mengatakan hal yang sama berulang-ulang tiap kita ada kesempatan untuk bercengkrama. Mungkin itu naluri ibu ya ma, yang selalu menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Apa mungkin kau takut ada hal yang terlewat yang bisa kau sampaikan pada kami? Dan ma, kalau mama tidak mengatakan hal itu aku mencari-cari ma, aneh ya ma. "Makan teratur, nduk", "jangan lupa makan buah", "sholat 5 waktu dijaga, ngaji tiap hari nduk", kamarnya dibersihkan setiap hari". Selalu terngiang-ngiang di telingaku ma, heran kadang aku dibuatnya. Ma, jangan pernah takut anak-anakmu tidak mendengarkanmu. Karena diam tidak selalu berarti abai.

Ah ya ma, sampai lupa. Apa aku sudah pernah bilang kalau tidak ada masakan seenak masakanmu di lidahku? Haute cuisine lewat, ma. Tak peduli kalau orang lain beranggapan berbeda. Apa aku sudah pernah bilang terima kasih untuk setiap masakan yang kau buat? Apa aku sudah pernah bilang terima kasih setiap aku pulang kau menyambutku dengan memasakkanku makanan favoritku? Kalau belum, makasi ya ma :"). Pulang belum afdol rasanya kalau tidak mencicipi masakan mama. Dan itu yang memotivasiku belajar masak ma. Aku ingin anak-anakku nanti pun merasakan yang sama seperti yang aku rasakan ke mama. Merasakan cinta dari masakan.

“Sebaik-baiknya manusia itu manusia yang bermanfaat”. Suatu saat kau berkata. Tak hanya sekali kau berkata begitu ma. Yah seperti biasa aku hanya diam ketika kau mulai memberi nasihat atau biasa aku bilang kau sedang “ngomel”. Tapi percaya ma. Diamku tak selalu berarti aku abai pada kata-katamu. Kata-katamu yang itu terpatri di hatiku ma. Mengkristal di sana dan menjadi salah satu nilai kehidupanku. Dan kalimat itu pula yang menjadi salah satu tumpuanku untuk meraih mimpi besarku ma. Mendirikan yayasan pendidikan. Doakan aku ya ma.

Ma, seorang anak tidak bisa memilih siapa orang tua mereka. Tapi ma, betapa bersyukurnya aku memiliki mama sebagai ibuku dan papa sebagai ayahku. Terlepas dari kelebihan dan kekurangan kalian. Betapa beruntungnya aku, aku bisa mendapatkan nilai kehidupan yang akan terus aku pegang dari masing-masing kalian.

Dan ma, aku tidak tau apakah pada akhirnya kau akan membaca surat ini atau tidak. Maafkan aku hanya mampu merangkai kumpulan aksara ini menjadi tulisan. Aku makhluk verbal ma, kalau kau belum mengetahuinya. Ah, lagi-lagi aku dengan pongahnya. Maafkan aku ma. Aku lebih mudah dan nyaman menyampaikan apa yang aku rasakan dan pikirkan melalui tulisan daripada lisan. Percayalah ma, jika aku langsung menyampaikan ini kepadamu, aku takkan sanggup menahan air mata. Sungguh ma, aku tak sekuat dirimu, aku cengeng luar biasa.

Dan ma, seperti yang aku bilang di suratku untuk papa. Tidak ada manusia tanpa cela, termasuk kita. Seperti di suratku untuk papa. Dirimu dengan segala kelebihan dan kekuranganmu tak menyurutkan rasa cintaku padamu. Kau harus tau itu. Harus ma.

Ma andai kau tau tak mudah bagiku untuk menyampaikan ini semua. Aneh ya ma, betapa mudahnya aku mengatakan cinta kepada orang lain tapi untuk mengatakannya kepadamu dan papa saja perlu derai air mata. Tapi mungkin karena rasa ini sudah menumpuk lama dan kita tidak terbiasa mengungkapkannya. Sentimentil jadinya.

Ma... aku tau  aku telah banyak menorehkan luka di hatimu...
Aku dengan keangkuhanku selalu saja enggan dan terpaksa meminta maaf padamu.
Semoga masih tersisa ruang maaf dan cinta di hatimu untukku.
Karena ma, dengan segala kelebihan dan kekuranganmu aku mencintaimu sebagai ibuku.



Putrimu yang mencintaimu,
Lusia Agasty Prihantika.

Read More

Friday, January 18, 2013

#30HariMenulisSuratCinta #1 : Cinta Pertama

Cinta pertama...
Dua kata yang baru aku sadari maknanya ketika menginjak umur kepala 2.
Ada yang berkata, ah dia yang menjadi pacar pertama mu lah cinta pertama mu.
Ada pula yang menyahut. Bukan. Cinta pertama tidak selalu pacar pertama.
Dan yah saya setuju dengan pernyataan kedua.
Dan yah selama 5 tahun belakangan saya pikir saya telah menemukan cinta pertama saya yang sekarang telah menjadi masa lalu saya.
Tapi ketika hari ini saya melihat proyek #30HariMenulisSuratCinta orang pertama yang terlintas dalam pikiran saya adalah Ayah saya.
Dia yang biasa saya sebut Papa.
Saya pun tak tau mengapa.
Kemudian kenyataan lain menghentak saya.
Baru tersadar bahwa cinta pertama saya adalah ayah saya.
Cinta pertama setiap anak gadis adalah ayah mereka, aku berkata.

Teringat percakapan di telpon beberapa bulan lalu. Kau menghubungi ku atau aku yang menghubungi mu? Ah entahlah aku lupa. Tidak penting juga. Satu hal yang aku ingat dari percakapan kita adalah kau berkata "mbok mama papa nya ditelpon setiap hari. Papa itu sayang banget sama kamu, kamunya gak." Dan seketika aku menjawab "aku juga sayang banget kok sama papa" dan itulah pernyataan cinta pertama ku untukmu. Kau adalah pria pertama dalam hidupku tapi aku baru mampu menyatakan cinta padamu di umurku yang ke 24 (lebih dikit). Malu aku mengingatnya. Sudah ada berapa pria sebelummu yang aku beri ucapan itu. Malu. Dan maaf ya Pa, aku tetap belum juga menghubungimu setiap hari seperti yang kau minta.

Kau dengan tingkah polahmu. Fleksibel di satu sisi, pun saklek di sisi lain.
Ejekan-ejekan yang mencairkan suasana rumah. Mungkin ini juga yang membuatku luluh pada pria yang suka mengejekku alih-alih memuji-mujiku.
Kau yang mengerti bahasa cinta utamaku, yang menurutku adalah kata bermakna. Walau mungkin kau tidak menyadarinya. Entah mengapa, kau yang kebanyakan bercanda daripada memberiku nasihat atau wejangan, tapi setiap kata yang kau katakan untuk menasihatku mampu membuatku terpana dan tersadar.
Aku tidak akan lupa kata-kata mu saat tau aku punya pacar pertama. SMP kelas 3 waktu itu. Kau dengan santai tiduran di ranjang bertanya "kamu pacaran?" iya jawabku. "Kamu jangan pacaran cuma gara-gara semua temen-temenmu pacaran trus kamu ikut-ikutan. Gak usah ikut-ikutan." Dan aku hanya mampu berkata, gak kok. Dan tau kah kau bagaimana aku-gadis berusia 14/15 tahun-memproses perkataaanmu itu? Aku menyerapnya sebagai salah satu nilai kehidupanku "jangan melakukan sesuatu karena ikut-ikutan" hanya karena semua orang melakukannya bukan berarti kamu juga harus melakukannya. Itu membuatku tak mudah terbawa arus, membuatku mandiri, tak ragu mencoba sesuatu walau hanya sendiri. Mungkin kau tidak bermaksud demikian, tapi begitulah aku menangkapnya.

Kau yang marah-marah ketika aku di kota rantau sakit terkapar tak berdaya. Dulu aku benci, benci sekali ketika kau bekerja di kota berbeda dan kerjaanmu marah-marah saja ketika tau salah satu dari anakmu sakit. Tapi aku baru mengerti ketika aku berada di kota berbeda untuk bekerja dan mengetahui kalau penyakit jantungmu kumat dan kau terkapar di gawat darurat. Aku sungguh khawatir, tentu saja. Tapi aku tak berdaya. Dan yang aku lakukan adalah marah-marah, ngedumel dan yang kena siapa? Tentu saja mama. Mama untungnya hanya tertawa geli dan berkata "aku diseneni uci". Dari situ aku baru sadar pa, dulu papa suka ngomel-ngomel kalo kami sakit. Dan pikirku "Ih anaknya sakit malah dimarahin". Tapi ya bagaimana, kau tidak berdaya, tidak ada yang bisa kau lakukan selain menghubungi. Rasa khawatir ingin melakukan sesuatu tapi tak bisa itu sungguh memusingkan kepala. Itulah yang aku rasa ketika kau ada di IGD pa. Jadi waktu kemarin aku sempat sakit dan kau menghubungiku dan akhirnya kau ngomel-ngomel padaku, aku senyum-senyum terima saja :) 

Kata-katamu yang tak akan ku lupa, pa:
"Satu yang kurang ci kamu itu". Apa pah? "kamu kudu istiqomah"
"Buat papa jabatan itu amanah, gak perlu diminta-minta"
"Waktu kecil kamu itu gak bisa tidur kalo gak tidur di dada papa. Hah sekarang malah jadinya bandel banget susah diatur."
Dan waktu terakhir aku pulang ke jogja kau berkata "kamu kayak waria", mengomentari rambutku yang baru aku pangkas habis macam pria... mahahahah

Dan ketika tahun kemarin aku putus cinta kau tak henti-henti memberiku kata bermakna. Yang membuatku mengharu biru tentu saja.

Dan satu hal yang aku kagumi darimu selain kekonyolanmu (dan aku bangga kau mewariskannya kepadaku) adalah kau tidak takut terlebih malu untuk mengakui kesalahanmu.
Kau tau kau hanya manusia biasa. Kau tau kau bukan manusia sempurna yang tak lepas dari salah dan tak malu mengakuinya.

Aku pun menyadarinya , Pa. Kau bukan manusia tanpa cela. Kau dengan segala kelebihan dan kekuranganmu tak menyurutkan rasa kagum dan banggaku padamu. Thank you for being a dad that i can look up to, pa.

Dan aku pun sadar aku bukannya anak yang tak punya cela. Tak terhitung saking seringnya aku membuatmu terluka dan kecewa. Maafkan aku ya Pa. Semoga dengan segala kekurangan, kelebihan, terlebih kekecewaan yang kau rasakan padaku tak menyurutkanmu untuk tetap bangga dan cinta padaku.


Anakmu yang mencintaimu,
Uci (Lusia Agasty Prihantika)

nb:  aku selalu suka dengan nama yang ku punya, terima kasih ya pa telah memberiku nama :)

Read More

My Blog List

Powered by Blogger.

© 2011 L'histoire de Ma Vie, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena