untaian kata kepada dunia

Sunday, November 5, 2017

The New Beginning of My life: Welcoming Marriage

Hello world!
It's me
Lama banget gak update blog yang bermula dari kegalauan should I share anything that happened in my life? (I'll make a post for it) hihihi

Sooo
postingan terakhir adalah menjawab tantangan nikah yang diposting tahun 2014 dan 3 tahun kemudian di 2017 saya menikah :)))

Jadi yah bener banget kata plato you'll get married to someone who you're affraid to lose chance to get him/her. Kalo jomblowan/wati udah ketemu sama orang yang kayak gini...nikahin!!!

Jadiii cerita saya sama suamik harus dimulai dari tahun 2009 - di tahun pertama kita ketemu.
Funny how I still can recall it cristal clear the first time we met, since I have limited memory :))).
Pertama kali ketemu dan kenal suamik di kelas Prancis di LIP (Lembaga Indonesia Prancis) Jogja. Inget banget kelas kita di lantai 2, setelah kelar kelas kita turun rame-rame dan ngobrol bareng temen-temen lainnya, dia cerita kalo baru pulang dari mesir abis belajar arabic studies di sana, amazed banget karena pastinya bahasa arabnya lancar (yah secara anaknya kagum banget sama orang polyglot) daan dari pertemuan pertama itu kami jadi temen deket. Tapi kami gak pernah pacaran. beneran sahabatan dan baru diajakin serius tanpa proses pacaran agustus 2016 dan nikah april 2017 :).

Gak tau juga gimana bisa akrab sama ini anak, tapi dasar anaknya talkative banget, rame dan ramah dan gampang nyambung sama orang sedangkan saya orangnya pemalu (bener lho ini bener pemirsa, suka gugup kalo kenalan sama orang, apalagi kalo ngomong di depan umum). Bahkan dia ini salah satu tujuan surat cinta saya di project 30 hari menulis surat cinta. Someone that I will always run to  whatever happens in my life :")

Dari dulu selalu mikir pingin bareng terus sama dia. Pernah bilang juga ke temen, pokoknya aku pingin suamiku nanti bisa akrab sama dia, dan aku juga akrab sama istrinya jadi kami bisa sahabatan terus. Dan temenku bilang "yaelah ribet amat sih ci, nikah sama dia aja napa" wkwkwk
dan jadi mikir iya juga yaa, tapi gak kebayang tuh. Lagian mikirnya kayaknya aku bukan tipenya suamik gitu, macam ukhti shalihah yang udah hafal quran, sedangkan aku kan jauuuuh T.T.

Trus apakah suamik tipeku banget? well, sejujurnya gak punya tipe gitu, tapi dari dulu doanya selalu sama "ya Allaah jodohkanlah aku dengan seorang pria muslim yang sholeh, bertanggung jawab, supel, ramah, humoris yang dapat diterima oleh keluarga dan sahabat2ku dan mampu membawaku menjauhi keburukan dan membawaku ke jalanMu"
1. Pria muslim yang sholeh
Pria ya jelas yaa..saya mash suka cowok, muslim yang sholeh yang paham dan menjalankan agama karena gak semua muslim ngejalanin agama kan?

Alhamdulillaah suamik pernah belajar di mesir, pernah di mekkah dan madinah. Belajar agama juga mendalami sunnah. Bahasa arabnya fasih, bacaan quran-nya merdu menggetarkan sukma, alhamdulillaah bisa ngajak aku ngapal surat Ar-Rahmaan yang dia hadiahkan ke aku melalui ayahku sebelum proses ijab qabul. Alhamdulillaah.

2. Bertanggung jawab
Artinya sadar dan tahu perannya. Jika seorang pria tahu dan sadar akan perannya maka akan aman, tenang dan tentram bersamanya. Misal: punya pekerjaan untuk menafkahi keluarga, tahu dan sadar akan batasannya. Nah kebanyakan cowok itu kalo udah pacaran menganggap bahwa dia bisa mengendalikan hidup perempuan. Kudu minta ijin, ngelarang ini dan itu padahal dia gak punya hak dan kewajiban apa-apa terhadap kita dan sebaliknya. Kalo gue selama ortu gue ijinin ya gue bakal jalan terus, no matter what. Just because you give me love doesn't mean that you have my life. Dan karena pemikiran ini, saya pernah dicap punya pemikiran bebas dan cewek songong :))) lah kalo mau dapet taat gue ke elo ya nikahin gue laaah wkwkwk.

Nah suamik ini super bertanggung jawab menurutku. Karena udah kenal dari dulu dan ngerti banget bahwa setiap yang dia lakukan itu adalah hasil dari usaha terbaiknya. Cuma ada momen yang bikin aku berdecak kagum dan bener-bener ngerasa i'm with the right person.

Jadi kami nikah tanggal 16 April 2017. Tanggal 1 April ada Coldplay concert di Singapore. Udah diajakin adek buat beli tiket dari akhir tahun 2016. Trus nanyalah ke dia, mas tanggal 1 April Coldplay konser lho di Singapore, pingin nonton tapi itu 2 minggu sebelum kita nikah, boleh gak?
Dan dia jawab "yang, tanggal 1 itu aku belum jadi suamimu, jadi kamu minta ijin sama mama papa yaa, kalo mereka ngijinin ya aku ngikut mereka". And I was like oh my Goooood. Thank God for sending me this kind of guy :")

3. Supel, ramah, humoris
Menurutku ini penting karena aku anaknya pemalu dan canggung jadi aku butuh pasangan yang bisa mengimbangiku ketika aku canggung dan malu wkwkwk
Dan alhamdulillaah banget suamik anaknya supel banget, ramah dan humoris yang jail dan senengnya godain guaaaa wkwkwk

4. Diterima keluarga dan sahabat
Ini penting karena bisa dibilang aku seneng kumpul keluarga, dan sahabat2ku ya berarti keluargaku. Keluarga juga akar buatku. Jadi alhamdulillaah banget suamiku bisa akrab banget sama keluarga dan sahabat2ku bahkan keluarga dan sahabat2ku yang dari dulu selalu nanyain kenapa sih gak sama Ichsan aja? ahahahha

5. Membawa kepada kebaikan
Dengan segala hal yang disebutkan di atas tentu ujung muaranya adalah menjauhi keburukan, membawa kepada kebaikan dan selalu berada di jalanNya. Aamiiin.

Jadi menurutku memilih pasangan hidup adalah keputusan yang sangat penting. Mengapa? Karena dia lah yang akan membawa kita kepada kebaikan atau keburukan. Yang membentuk masa depan kita di sisa umur hidup kita. Perlu dipikir matang-matang dan bukan hanya euforia sesaat namun juga kesiapan mental jika segala hal gak terjadi sesuai dengan yang kita inginkan.

Menurutku ada beberapa hal penting yang perlu kita tau dari pasangan kita:
1. Perspektif
Ini penting karena ini akan sangat berpengaruh dalam kehidupan. Bagaimana cara dia memandang kehidupan, membentuk visi dan misi dalam hidupnya. Nah gimana kalo mau tau perspektifnya seseorang? Tanyakan aja tentang gimana dia memandang dirinya di masa depan, dia punya gambaran jelas gak? Bahas tentang impian masing2, yang paling ditakutin, yang paling diinginkan. Gimana cara dia menghadapi kegagalan/trauma atau memandang kegagalan/trauma itu?

menurutku gak ada perpektif yang salah, cuma kalo kita dan pasangan berada di perspektif yang berbeda maka akan sulit nantinya. Alih-alih melipatgandakan potensi yang kita berdua punya yang akan mendatangkan kebaikan, yang ada malah mendatangkan keburukan karena cara pandang yang berbeda.

Misal aku anaknya aktif dan gak bisa diem gitu kalo liat sesuatu yang salah, rasanya gatel kalo cuma bisa ngeluh dan gak kasih solusi, i want to solve it and give some contribution. Jadi ketika pasangan bilang "kenapa harus kamu? emang gak ada yang lain? emang kalo kamu gak ada, kegiatannya gak akan jalan?" that makes me feel so bad, rasanya aku gak ada artinya karena menurutku hidupku bukan cuma untuk seseorang dan gak peduli sekitar namun mengabdi kepada keluarga dan berkontribusi ke sekitar.

2. Visi dan misi
Ini pun penting untuk tahu arah keluarga mau dimana kemana. Namun lagi-lagi balik ke perspektif lagi. Ada orang yang gak terlalu memusingkan peta hidupnya jadi yaa jalanin aja. Gak salah  juga toh itu hidupnya. Tapi buat aku itu masalah, aku perlu pasangan yang punya visi dan misi yang jelas mau dibawa kemana saya dan keluarga kami nantinya.

Pertama kali ngajak serius, suamik udah langsung to the point. Alih-alih bilang I love you, mau gak jadi istriku? Dia bilang uci gue udah observe lo 7 tahun, gue udah liat kebaikan lo, gak usah lah gue sebutin, gue pingin serius sama lo. Gue ngerasa cocok sama lo. Gak usah shock, gue bukan mau ngajak lo nikah besok. Tetep ada steps-nya. Pertama walaupun kita udah kenal lama tapi tetep aja banyak yang gak kita tau tentang satu sama lain, gue pingin disclosure agreement di mana kita bisa sharing segala kekurangan/keburukan kita - bukan untuk meninggalkan tapi untuk merangkul, mengerti dan saling menguatkan. Gue jamin lo bisa bilang apa aja the worst dari diri lo, bukan untuk bikin gue ninggalin lo tapi gue akan terima dan itu bantu gue untuk mengerti lo. Demikian juga gue akan cerita the worst dari gue, kalo lo gak terima itu adalah hak lo tapi tetep segala hal yang kita bagi akan tetap jadi milik kita. once we're done with our worsts then we can go to the next step. What is it? yaa nikah.

Rasanya pas denger itu berasa mimpi jadi nyata gitu. Selama ini emang pingin dan ngebayangin ada cowok yang percaya dengan dirinya sendiri, percaya dengan perasaannya ke aku dan tau mau bawa aku kemana. Emang bener yaa "God wouldn't put a desire in your heart that wouldn't come true".

Waktu dia nanya what's the worst of you?
I said "I used to be a dude"
He said "mati aja lau"

HAHAHAHAHA

Apalagi yhaa
kayaknya itu deh

Intinya adalah sebelum memutuskan bersama dengan orang lain, pastikan kita sudah selesai dengan diri kita sendiri, dalam arti kita tau diri kita, tau kita maunya apa, tau hidup kita mau dibawa kemana. Maka dengan sendirinya kita akan tau pasangan seperti apa yang kita mau dalam mendampingi hidup kita.

Satu hal lagi.
Menikah (dan punya anak) itu bukan tujuan.
Walaupun banyak orang-orang resek di luar sana yang nanyain kapan kawin, percaya lah jangan pernah goyahkan iman dan jadi sembarangan pilih pasangan hanya demi bisa kasih jawaban ke orang-orang resek itu. Orang-orang yang cuma pingin tahu alih-alih mengerti kita. Orang - orang yang nyinyir tapi sama sekali gak kasih solusi. Buang ke laut aja dan sama sekali jangan jadikan pertimbangan untuk memutuskan untuk menikah.

Menikah adalah jalan.
Iya jalan. . Jalan untuk beribadah kepada-Nya. Jalan menuju kebaikan bahagia dunia dan akhirat.
Di mana keberkahan dan kasih sayang Tuhan ada di dalamnya.
Saya dan suami percaya bahwa dengan menikah artinya kami melipatgandakan potensi yang kami miliki sehingga kebermanfaatan yang bisa kami berikan dalam hidup kami juga akan semakin berlipat-lipat pula.

Untuk menuju kebaikan maka diperlukan pasangan yang bisa membawa kita ke sana.

Jadi dulu temen pernah bilang "yaelah ci, suram banget kayak kehidupan percintaan lo yang kandas terus"
Trus aku jawab:
eya maap, menurut gue percintaan gue kandas itu bukan kegagalan dan suram tapi justru berkah. Gue udah tau yang gue mau. Gue udah kebayang keluarga macam apa yang pingin gue bangun, kalau ternyata percintaan gue kandas berarti kan emang gak pas, berarti orang itu bukan orang yang tepat yang bisa gue ajak untuk bangun keluarga dan itu artinya gue selangkah lagi mendekat dengan jodoh gue sesungguhnya. Jadi percintaan kandas bukan lah kegagalan tapi sebuah keberuntungan karena gue semakin dekat dengan apa yang gue impikan.

Dan alhamdulillaah afirmasi positif itu kembali ke gue.
Mungkin ada yang bilang bahwa gak selamanya kita perlu bersikap positif, tapi menurut gue dan berdasarkan pengalaman hidup gue hanya dengan berpikir positif gue bisa bertahan. Gue gak tau cara lain yang lebih baik dari berpikir positif tentang hidup gue.

Yang jelas gue yakin dengan janji Allaah "tidak ada balasan kebaikan melainkan kebaikan pula".

Jadiii buat agan dan aganwati yang sedang berjuang menemukan tambatan hati,
keep on fighting...
Kalo ada yang bilang "pemilih sih lo" ya iyalah milih, beli baju aja milih apa lagi pasangan buat seumur hidup.
Keep on searching...
Kalo ada yang bilang "standard lo ketinggian sih" well yaa jangan turunin standard supaya laku. Standard di sini adalah kualitas pasangan yang kita inginkan, bukan hanya sekedar materilnya saja.

Semoga agan dan aganwati yang sedang mencari jodoh segera dipertemukan dan dipersatukan oleh Allaah SWT dan jadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah

Aaamiiiin



Read More

Thursday, September 4, 2014

Menjawab Tantangan: Kapan Nikah?

Post kali ini dipersembahkan untuk bro Ira.
Di suatu siang yang penuh dengan kerjaan dan otak saya gak mampu ketchap tetiba datang gtalk "tantangin aku nulis dong bro" yodah tulis "kenapa menikah?" (udah dikerjain sama doski ni di sini) dan sebagai balasannya disuruhlah akik bikin ini post.
Challenge accepted  ya bro :)))

Kapan nikah?
Ya nunggu yang mau sama akik bro
Ya nunggu dilamar :)))
Ya nunggu yang bisa bikin aku ngerasa..oh it's finally safe to stay.
Udah gitu aja sik..hihihi

Tapi ya gak brosist?
Marriage is a scary thing. You have to spend the rest of your life with the same person every single day. Kalo bosen gimana? Trus ruang gerak kita jadi terbatas gitu kan. Apa-apa kudu minta ijin..kalo gak dikasih ijin, ikhlas gak?

Beberapa waktu lalu ketemu sama temen yang doyan filosofi ngobrol soal pernikahan menurut plato dan aristoteles..naah menurut simbah-simbah cinta dan pernikahan itu kayak gini:

One day, Plato asked his teacher, “What is love? How can I find it?”

The teacher answered, “There’s a large wheat field in front. Walk there without turning back, and take just one leaf. If you can find one leaf that you think is extraordinary, it means you have found love.”

So Plato walked…and not long after that, he came back empty-handed.

The teacher asked him, “Why, you don’t bring any leaf?”

Plato said, “I can only bring just one leaf and when I walked through the wheat field I can’t turn my back. Actually I have found one extraordinary leaf, but I don’t know whether there’s any other leaf more extraordinary, so I didn’t take that leaf. When I walked further, I realized that the leaves I found are not as extraordinary compared to the leaf I’ve found earlier in my walk. In the end, I didn’t take any single leaf.”

Then the teacher told him, “So…that is love.”

Another day, Plato asked his teacher again, “What is marriage? How can I find it?”
The teacher answered, “There is a forest in front. Please walk there and don’t look back. You can only cut one tree, and cut the one that you think is the highest. That is when you find marriage.”

Plato walks there, and he came back not long after bringing one tree. The tree, however, is not a very good tree and not a very tall one, either. It’s just an ordinary tree.
The teacher asked him, “Why did you cut that kind of tree?”

Plato answered, “Because from my previous experience, after walking through the wheat field, I came back with nothing. So this time, when I saw this tree which I think is not so bad, I decided to cut it and bring it here. I don’t want to lose another chance to get it.”


And the teacher said, “Well …that is marriage.”

Nah I will get married with someone who makes me think it's finally safe to stay and I dont want to lose another chance to get him.


gitu ya bro
challenge completed
peace out and hombre

Read More

Wednesday, September 3, 2014

Indonesia Bangga Punya Kamu

All forms of life that are capable are endowed with a soul, which impels them to seek what is good for their existence ~ Robin Kickpatrick

Haaeeee gaeees. Lama banget yha gak update blog :))
Mau cerita lagi yhaa gaeees...

Tahun ini Rumah Bimbel Senen (RBS) turut berpartisipasi di Jambore Sahabat Anak (JSA) XVIII di bumi perkemahan Ragunan. Dan alhamdulillah dapet kesempatan lagi jadi kakak pendamping adik-adik RBS.
Daaaan kabar gembira untuk kita semua. RBS dapet tenda terdisiplin, tenda terbaik, juara 1 karya anak indonesia sekaligus juara favoritnya :).


juara 1 dan juara favorit Karya Anak Indonesia
Jambore Sahabat Anak XVIII

Seneng? Pastinya.
Capek? Gak usah ditanya.

2 hari kemarin bener-bener momen yang W.O.W banget buat saya. Kenapa? karena walaupun tahun kemarin ikut jadi kakak pendamping tapi keterlibatan dalam mempersiapkan JSA gak terlalu dalam. Nah tahun ini sedikit lebih dalam.

Dari bikin hiasan buat tenda. Liat adik-adik latihan untuk tampil isi acara JSA. Ikut turun ke jalan "Like on The Road" sampe jam 3 pagi.

 Selfie duyu sama Rael "Si Ratu Selfie" bareng kak Pritha dan kak Dindha (cowok) :)))



Like On The Road tetep eksis ya brooo
ki-ka: dindha, uci, verdy, ai, uta

Semoga aja dari kemenangan ini adik-adik RBS jadi tau maknanya kerja keras. Bahwa gak ada namanya keberhasilan yang tiba-tiba. Bahwa kita tidak
 bisa berhasil sendirian. Semua keberhasilan pasti ada andil orang lain. Bahwa keberhasilan akan lebih indah jika kita meraihnya bersama-sama. Kalau bisa berhasil bareng kalian, kenapa aku harus berhasil sendirian? Semua ini berkat kerja keras penuh semangat adik-adik dan kakak-kakak RBS. So proud of you all, guys :")

Dari pengalaman 2 tahun jadi kakak pendamping adik-adik kesan yang didapat adalah betapa berharganya sebuah kesempatan. Mereka anak-anak jalanan, anak-anak marjinal yang serba kekurangan juga butuh wadah untuk mengaktualisasikan diri sebagai bukti mereka punya potensi.

Mereka juga bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya di sekolah formal. Pendidikan ada dimana-mana asalkan ada kemauan. Mereka punya pilihan untuk tetap di jalanan dan tidak ikut bimbingan, tapi mereka memilih setiap sabtu siang sampai sore untuk berada di RBS bersama relawan pengajar. Bangga dan salut kepada mereka.


 tenda tjut meutia





Semoga kalian tumbuh menjadi anak-anak yang cerdas dan berkarakter dan bisa membawa kehidupan kalian dan keluarga ke tingkat yang lebih baik. Yakin. Insya Allah. Kalian pasti bisa :")

Indonesia Bangga Punya Kamu :")


Read More

Sunday, June 29, 2014

The Port Lady and The Quirky Sailor Man

Once upon a time there was a lady who had port. She was well known as the Port Lady. For years there were sailor men who anchored their ships at her port.

She met one sailor man who had anchored his ship there for many years.  A sailor man whose ship she thought would be the last one anchored at her port. But she was wrong. As the time flew, somehow they thought of another port which was better and fitter for that sailor's ship and that her port might be a better fit for another one.

Though  she knew it, she couldn't help for being sad,  parting with the one she knew for long. Should she have to change her port so it could fit that sailor's ship? At the same time she was anxious too, what if there would be no ships coming to her port anymore? For the world already knew that her port had already reserved for that sailor's ship.

But once again.
She was wrong.
 

One day there was a quirky sailor man sailed around her port. He didn't intend to anchor his ship at her port and she didn't expect anyone to sail their ship near  it. But when the quirky sailor man entered and anchored his ship at her port, it fitted well. The Port Lady then realized she didn't have to have any worry about her port being empty anymore. And the quirky sailor thought he didn't need to bother looking for another port because this one was a perfect fit.

But life had another plan. Suddenly hurricane came with anger. The quirky sailor said nothing to the Port Lady but "So this is good bye then"  and he sailed away, leaving the lady and her empty port. She did nothing but cried for the goodbye word was thing she hated the most. She thought the sailor wouldn't come back. But to her surprise, view months later, came a letter from him to say apology.

She was happy yet confused. She couldn't go sailing, looking for him. She couldn't go roaming and leave her port. She needed to stay so she could keep it for the quirky sailor's ship. But how long would she have to wait? What if he couldn't make it his way back to her port?  In the end, the Port Lady decided that it would be better to wait.
She could only pray for his safety from every hurricane he faced before eventually he could come back and anchor his ship, safely, at her port, forever.
Read More

Tuesday, March 25, 2014

Jump For Joy

...because when you care, you share ~ anonymous


Entah kapan dan dimana baca kalimat itu, atau juga omongan seseorang..lupak. Tapi sampe sekarang semacam jadi pegangan hidup buat saya.

Naah beberapa minggu lalu di grup WA kos si bebeb aku share picture ini


Pas liat tag line nya langsung dong tanpa pikir panjang pokoknya mau ikuuuuut
Padahal ya ini acaranya bebeb sama temen-temen kampus nya. Gak tau malu aja gitu pingin ikut.. beeeb aku ikut ya beeeb. Gak mau cuma nyumbang doang tapi pingin ikut dateng juga. Alhamdulillaah dapet temen baru baek hati cantek dan ganteng pulak #lovestruck. 

Nah pas hari H di panti asuhannya agak kaget juga soalnya masih pada kecil banget, batita sampe balita gitu lah. Kebayangnya kan kayak RBS gitu. Selama kurang lebih 2 jam di sana seneng banget lah bisa bantuin ngasuh ngajakin main adik-adik nya. Terlebih anak-anak yang di panti atau jalanan itu emang butuh perhatian lebih dan mereka tau orang-orang mau kasih ke mereka jadi cenderung kolokan. But that's fine! I'm happy :)

Mungkin ketika temen-temen lain dapet kesempatan main dan ngasuh adik-adik jadi kepikiran pingin punya anak sendiri ya, kalo aku sebaliknya. Maksudnya bukannya gak mau punya anak, mau banget malah. Tapi sih jadi mikir lagi beneran mau punya anak sendiri, hamil, melahirkan, gitu. Kenapa gak adopsi aja ya. Sempet kepikiran gitu sih. Karena ironis gitu, kebanyakan dari mereka dibuang sama orang tuanya dari bayi. Kok tega gitu ya. Aku yang bukan siapa-siapa mereka aja meleleh pas natap mata mereka. Kids are indeed pure souls.



Yeaaaah what a great weekend. 

Thanks ya bebeb Tia, Yoga, Wily, Laura, Santi, Sinta, Niar, Benino, Dody, Kunthi for allowing me join this event :))

http://wearejumpforjoy.wordpress.com/2014/03/25/semangat-berbagi-semangat-peduli-di-panti-sosial-asuhan-anak-balita-tunas-bangsa-cipayung/#respond

Read More

Thursday, March 6, 2014

topeng

Pernahkah kau merasa?
Ketika berada di tempat berbeda, dirimu menjadi orang yang berbeda pula?

dahulu pernah berpikiran bagaimana bisa bertopeng berbeda pada kesempatan berbeda pula
Sama saja itu namanya bermuka dua

tapi ternyata seiring bertambahnya usia
tersadar akhirnya
itu semua bukan tanda muka dua

bukan tanda kita tak punya jati diri
tapi menghargai siapa dan apa yang kita hadapi
atau... malah... bisa jadi tanda kematangan diri

jangan kira selama hidup kita hanya punya satu muka
kita tak ubahnya seekor bunglon yang berubah kulit menyesuaikan di mana dia berada
kita tak ubahnya pemeran sandiwara yang selalu berganti peran di panggung berbeda

jangan terusik dulu
mengira itu menjadikan aku tak punya jati diri tak tahu malu
lalu linglung siapa sebenarnya aku

karena begitulah adanya
pada akhirnya kita memungut topeng-topeng yang berserakan
menyatukannya...mendefinisikannya sebagai kita

Read More

Wednesday, January 29, 2014

The Calling

Labbaikallahuma Labbaik, Labbaika La Sharika Laka Labbaik, In-nal-hamda, Wan-ni'mata, Laka Wal-mulk, La Sharika Lak.




Pertengah 2012 kemarin sempet pingiiin banget bisa bertandang ke baitullah. Umroh aja deh dulu ya Allooh 2013 atau 2014 deh ya Allaah. Cuma kan melihat kondisi keuangan waktu itu kayaknya gak memungkinkan akhirnya mung mbatin tok. Naah tengah 2013 diajakin umroh sama orang tua dan berangkat awal 2014. Alhamdulillaah.

Suka terkagum-kagum sendiri sama hidup ini. Pas kita mikir kita gak bisa, aah kita punya apa sih..it's out of our league. Ternyata entah datang dari mana kemudahan datang gitu aja. Emang bener rejekinya Allah itu datang darimana aja gak kita sangka dan gak bisa kita itung. Alhamdulillaah.

Mau cerita dikit yaa sampe akhirnya berhasil memenuhi panggilanNya.
Setelah dikabarin kalo orang serumah mau umroh aku semangat dong..aku juga daftarin dooong. Ntar kamu gak dapet ijin...aaah dapet dapet udah dapet cuti kok kan udah setahun. Pokoknya ngebet banget pingin umroh. Apa pasal? Karena berasanya level iman lagi low banget. Butuh suntikan rohani bangets. Dari kerjaan sampe percintaan. Butuh keluar dari rutinitas. Segera.

Tapi gak ada impian yang tercapai tanpa ada halangan kan ya. Naaah ini dia..
Halangan #1
Pas ditanya paspor ternyata paspor ku gak ada. Belum pernah dipake. Padahal yakin nyimpen di kamar di jogja di rak barang-barang penting dan gak ada dong. Yasudin langsung bikin paspor baru minta diurusin temennya temen yang kerja di imigrasi Jak Pus. Dan ngurusnya lamaaaaa banget. Sabar sesabarnya deh gue. Gak taunya paspor lama ketemu, pas nanya ke temen paspor baru gak usah diproses katanya jangan..ntar kamu malah gak bisa going abroad lagi ci seumur idup..yudah tetep proses paspor baru..lamaa bangeeettts..sampe detik terakhir satu minggu sebelum berangkat baru jadi..belum lagi ngurus visa..dan ternyata sama bapak proses daftar umrohnya pake paspor lama udah dapet visa pulak...mak jegeeer..pening awak.

pas hari H bapak nyamperin ngasih paspor baru. Nih dipegang dulu kamu tetep pake paspor lama udah ada visanya..kalo ditanya baru keluarin paspor baru kalo gak ditanya ya udah gak usah dikasih paspor barunya. Mencelos gueeeh. Kalo gak bisa berangkat gimanaaaa...akhirnya pas lewat imigrasi lolos dong..alhamdulillaaaaah.

Berasanya kok kayaknya susah banget ya mau bertamu ke rumah Allaah. Tapi ya dites kali ya sepingin apa aku pergi ke sana..dibikin susah masih mau gak pergi. Alhamdulillaah masih.

Kan katanya hanya orang-orang yang berakal yang mampu memetik pelajaran. Nah pingin dong termasuk ke dalam orang-orang beruntung yang berakal.

Pas tawaf, sempet kepikiran kenapa sih kita kudu tawaf ngiterin ka'bah..menyerukan namaNya. Pas tawaf ke sekian baru ngeh kalo ketika kita tawaf ya itu lah kehidupan kita. Semacam refleksi kehidupan dalam skala kecil tapi maknanya sama. Bahwa hidup kita itu berputar. Bahwa dalam hidup harus terus maju. Bahwa rintangan dijegal orang disikut orang itu biasa tapi kita kudu tetep maju. Bahwa kita gak bisa berdiam saja yang ada malah digencet orang dan digerus waktu. Kita bisa berdiam tapi dunia dan isinya tetap bergerak berputar. Bahwa kalau kita melawan apa yang sudah digariskan bukan hal yang bijak, karena bisa jadi semua sia-sia dan meninggalkan luka. Sesuatu yang sudah fitrahnya pasti akan kembali ke fitrahnya. Bahwa hidup itu ada saatnya selo ada saatnya kerja keras, ada orang yang memutuskan untuk menikmati keseloannya ada juga yang memanfaatkan untuk mempercepat langkahnya untuk  mencapai mimpinya. Dan pikir ku gak ada yang salah dengan itu semua. Bahwa ada yang menjegal menyikut orang lain dalam perjalanannya mencapai tujuannya, ada juga yang sampai ke tujuannya tanpa menjegal dan menyikut siapa-siapa. Kalau kita melapangkan jalan orang lain, jalan kita akan semakin lapang kok. Itu fitrah. Bahwa sejauh apa pun kita mengembara akhirnya kita akan "pulang" kepadaNya.

Dan udah umum banget kan ya kalo pas di tanah suci kudu jaga omongan pikiran dan hati. Dan bener banget karena omongan suka seenaknya mikir juga seenaknya akhirnya kena batunya.

Kayak waktu di masjid nabawi, ada tempat yang namanya rawdah. Suatu tempat antara mimbar rasulullah SAW dengan rumahnya, dan menurut riwayat "bahwa antara mimbar ku dan rumah ku adalah taman surga" dan katanya itu salah satu tempat mustajab untuk berdoa. Dan untuk cewek ada jam khusus kalau mau berkunjung ke sana, aku ke sana 2 kali, 1 kali gagal, 1 kali berhasil, waktu berhasil itu sempet males-malesan karena sungguh berdesak-desakan melebihi antrian BLT. Disikut sana-sini, sampe mbatin dih gini amat sih mau sholat di sini mau berdoa, malesin banget dah, eeeh gak tau nya tiba-tiba mundur aja gitu dong..dipotong orang padahal udah setengah jalan..berasanya kayak dibilangin sama rasulullah SAW "heeeh lo kalo gak mau ribet gak usah ke sini, lo gak liat orang dari seluruh dunia berbondong-bondong ke sini mau berdoa di sini rela desek-desekan, kalo lo gak mau ya udah pergi sono, masih banyak yang mau kalee" berasanya kayak diomongin gituuu. Langsung makjedeg dongs...langsung istighfar deh..alhamdulillaah bisa sholat dan berdoa di sana. Maap ya Allah SWT.

Trus pas di masjidil haram kan juga banyak orang tu..naah yang pada pake ihram kan gak pake wangi-wangian kan ya..dan aromanya itu yaaa...ya Allah..dan sampe keucap sama aku..semacam bau prengus kalo orang jawa bilang. Aku makan berasa prengus, papasan sama orang berasa prengus..eeh sampe hotel berasa prengus juga..kenapa sih prengus melulu..trus bapake bilang...kamu sih prengas prengus melulu, minta ampun sanah. Makjedeg lagi dong. Semenjak itu udah gak berasa prengus kemana-mana kalo pas papasan aja. Fiuh...

Nah pesan moralnya adalah ya harusnya hidup itu gitu, yang diomongin kudu positif yang dipikirin kudu positif. Bisa jadi ni ya bisa jadi apa-apa aja yang terjadi dalam hidup kita yang kita anggap sebagai kemalangan kesialan ya sebenernya itu buah dari pikiran negatif kita dalam memandang hidup. Ya jadi kalo pingin hal-hal positif dan kebaikan mendatangi kita ya berkata-kata positif lah ya berpikir positif lah.


Yaa begitu lah sedikit pelajaran yang berhasil dipetik dari perjalanan kemarin, semoga bermanfaat buat kita semua..aamiiin.


It's very nice to go travelling but it's much nicer to come home ~

Read More

Sunday, November 10, 2013

Random

Saya percaya rumah itu ditemukan di dalam. Kalau di dalam damai, semua tempat bisa jadi rumah kita." - Ibu Inga (Partikel by Dee Lestari)


I have been living in Jakarta for almost a year. I live in a place which is well known as "rumah kost" and my kost named 2nd home. The funny thing about it is it literally feels like 2nd home to me.


Why it feels like literally 2nd home to me? We're gonna get there but first let me tell you this...
I was living by moving from 1 city to another city. Was born in jogja, then spent my childhood in Bangka for 6 years then moved to banjarbaru kal sel and lived there for 9 years. So yeah i spent my teenager there. Then when i was in senior year in my senior high school (tough time, i have to admit) i moved to jogja in 2005 then moved to Tangerang in 2012 to work then finally, now i live and i work in jakarta.
What's my opinion about moving from the place we love to the place we don't know? And we tend to be inconvenient to something we don't know. Something's unusual and strange.
Usually we're afraid to move because it's far from home. It makes us far away from our family and the fact that we don't have family or anyone we know who lives there.


Here's my opinion
Don't be afraid. If you don't have family there, then make one.

Terkadang kita mengecilkan arti "keluarga" hanya mereka yang memiliki hubungan darah dengan kita.
Hidup berpindah-pindah dari kecil dan jauh dari keluarga besar mengajarkan saya bahwa rumah itu dimana saja. Keluarga itu siapa saja  dan dimana saja. Mereka adalah orang yang ada di saat terbaikmu dan terburukmu. Yang pertama tak ragu membantumu ketika membutuhkan pertolongan dan turut berbahagia ketika kita mendapat kebahagiaan.
Nah itulah yang membuat saya merasa beruntung karena kemana saja kaki saya menjejak saya mempunyai keluarga baru.  Salah satunya adalah 2nd home.
Ada mb sari (yang sekarang udah pindah) , mb kevin, mb erly, indah, dian, tia, winda, riri. Dan semuanya dengan keunikan sifat masing-masing jadi bikin kostan tambah seru. Rasanya sampe pingin bikin tv series "2nd home".


Yang paling seneng adalah kita selalu menyempatkan untuk saling ngobrol ketika sampe kostan. Malah kadang suka kebablasan kayak beberapa hari ini. Ngobrol sampe dini hari. Apalagi kalau sama tia yang sama-sama seneng deep talk..bisa ampe lupa waktu :D


Kayak tadi ngalor ngidul ngomongin kehidupan sosial kita. Umum lho ya. Bukan antara cewek dan cowok. Kok berasanya kita itu kayak "the reacher" ya. Yang berusaha untuk menjaga agar hubungan tetap terjalin. Kayak sering banget telepon, berkabar-kabaran, berinisiatif dan sangat bersemangat ngajak ketemuan. Sampai pada satu titik kok rasanya yang butuh kok aku doang.  Yang pingin jaga hubungan kok sini doang. Sampai pada akhirnya mencapai titik lelah dan tidak berusaha menjadi the reacher lagi. Pernah ngerasa gitu gak?


Saat kita berada di satu lingkungan dan kita sangat akrab dengan orang-orang di dalamnya kemudian keadaan memaksa kita berpindah ke lingkungan lain dan menyebabkan kita berpisah. Pastinya kita akan merasa kehilangan.  Merasakan euforia kesedihan karena tidak bisa bersama lagi.
Kemudian kita berjanji untuk tetap menjaga silaturahmi. Merencanakan pertemuan kembali. Bersemangat merencanakan semuanya. Dan yang lain pun menyetujuinya.  Namun tiba-tiba semua menguap entah kemana. Yang ada hanya kata-kata manis gombalan semata.
Euforia kesedihan perpisahan.


Pernah mengalami?
Saya cukup sering  - thanks to mobile life-live here-move there
Mungkin itu juga yang menyebabkan saya sangat pemilih dalam menentukan siapa saja yang berhak berada dalam inner circle saya.

I always look like I'm surrounded by friends, but it's hard for me to truly let anyone in my life.
I open my heart to the world but at the same time i build a wall around it.

Because finally we will realize those who want us to be in their lives and those who don't.  And we cannot force them to let us come in to their lives.  So the best way is stop trying to reach and force them.
And vice versa. We will realize those who we want them to be in our lives and those who we don't want them to be. But we cannot force them to be in our lives.

So, be wise. There's a time we need to be the reacher.  There's a time we need to be reached. 

*notez-bien: pikiran loncat-loncat disebabkan insomnia yang lagi-lagi melanda :p
Read More

Thursday, October 24, 2013

Pra Jabatan Golongan 3 Kemenkeu 2013: 24 Hari untuk Selamanya Chapter 2

Holah pemirsah, jumpa lagi dengan saya di blog kita tercinta *cup cup muhmuah*
Mari kita melanjutkan cerita cita dan cinta kita di diklat pra jabatan kementerian keuangan golongan 3 2013.
Jadi yaaa kita prajab itu kan 3 minggu. Jadwalnya padetnya ampun deh amit-amit naujubilah.

asrama tercinta

Jam 5 pagi udah olahraga. Jangan bayangin olahraga unyu gitu. Lari muter lapangan. Jalan JONGKOK *malesin sumpah* push up, sit up, ditambah ada baris berbaris. Sungguh aku tak habis pikir kenapa dulu bisa begitu bergairah sama baris-berbaris -_-".




Kelar olga langsung ke asrama mandi bebek. Sungguh pemirsah tidur dan mandi dengan leluasa tak dibatasi waktu itu suatu kenikmatan tiada tara. Udah gitu baris depan asrama buat siap-siap makan. Nyampe depan ruang makan baris pula buat masuk ruang makan. Kami kan ber129 orang dibagi 5 kelas A-E. Dan masing-masing kelas punya meja makan sendiri-sendiri, kayak hogwards gitu. Bedanya kalo mau makan kita antri lagi bukannya langsung *criiiing* udah tersedia semua makanan di atas meja. Sebelum makan ada satu orang yang mimpin berdiri di tengah-tengah yang kita sebut piket siswa.


antri makan tetep poto duyu yuuu




piket: duduk siap, grakkk!!!
siswa: bruk *menghentakan kaki ke bumi*
piket: sebelum kita makan marilah berdoa menurut keyakinan masing-masing. berdoa mulai
siswa: *nunduk*
piket: berdoa selesai. istirahat di tempat grak!!!
siswa: *bruk* selamat makaaaan


kelarnya juga gitu
piket: duduk siap, grakkk!!!
siswa: bruk *menghentakan kaki ke bumi*
piket: selesai makan berdoa mulai
siswa: *nunduk*
piket: berdoa selesai. istirahat di tempat grak!!!
siswa: *bruk* trima kasiiiih



Kelar makan antri lagi buat naro peralatan makan. Baris lagi depan ruang makan buat masuk kelas. Enaknya kelas C itu deket sama ruang makan dan asrama jadi gak jauh lah kalo jalan :D. Nah selama pra jab kita dapet sekitar 13 mata kuliah yang setiap mata kuliahnya dimulai dari jam 8 pagi sampai 6.30 sore. Iyesss bosen banget. Tenang aja nanti bakalan ada post tentang tips dan trick bertahan dalam kelas pra jab ;)

Nah ada satu mata kuliah yang berkesan banget buat aku pribadi. Pelayanan Prima yang diampu oleh ibu Linda. Sehari sebelumnya beliau ngajar perkantoran modern, nah harusnya sih Pelayanan Prima ini diajar sama dosen lain, tapi berhubung satu dan lain hal beliau gak bisa dan digantikan oleh ibu Linda. Yang mana saya sungguh bersyukur sodara-sodara :")

Pengalaman diampu oleh bu Linda bener-bener ngebekas banget buat aku pribadi. Bisa dibilang ini salah satu momen terbaik selama di prajab. Another best moment nya adalah mengunjungi sekolah luar biasa lebak bulus.


We visited them, we wanted to know how they live with their disabilities. Some can't hear, some can't see, some have autism and or down syndrome. I have just realized when i visited them. How pure their souls are. How sincere they are. We live in a universe which teachs us that giving means virtue and strong and receiving means evil and weak. We want to be known as a strong person, not a weak one. We are taught that we need to have a big and kind heart, sincere when we give something to others, but we forget that we need to have a bigger and more sincere heart to accept other's helps.  But these kids opened my eyes and my heart that giving is not always virtue and receiving is not always bad thing.

I tried to walk on their shoes. What if i were them. I had disabilities. I couldnt hear. I couldnt see. And there were bunch of people who named theirselves as "normal" people wanted to respect and appreciate their "normal" lives by visiting me. Making them realized that they should be grateful of what they have had. I felt like i was a member of circus  who played the show and they watched and hey, people, just enjoyed the show!!!

What about them? Instead of being suspicious and skeptical, they were accepting us sincerely, without any judgement. We played, laughed, cried together. Jadi bertanya pada diri sendiri, ini yang normal sebenernya siapa? Dan betapa sombongnya orang-orang yang memiliki segala ini menamakan diri mereka normal dan yang tidak seperti mereka tidak normal.

Jadi bertanya pada diri sendiri. Gimana kalau sedang kesusahan dan ada orang yang dengan tulus ingin membantu datang ? Apa yang sering kita lakukan? Menolak bukan? for the sake of not wanting to be known as a weak one. Menolak karena tidak mau merepotkan orang lain.  If we have love for each other, do you consider it as "ngerepotin"? Helping and caring each other are the acts of love, i think.

Atau malah curiga, ini orang baik maunya apa? Penuh curiga. Baru ngeh betapa kotornya hati dan pikiran kita. Sedang mereka yang hidup penuh dengan keterbatasan malah menyambut kita dengan tangan dan hati terbuka. Tanpa curiga.

Malu.


Melihat bagaimana mereka menyambut kami dengan suka cita tanpa merasa dikecilkan bener-bener menunjukkan kalau hati mereka bersih. Emang segala yang datang dari hati pasti menyentuh hati juga. Gak heran lah mereka bisa menyentuh hati kami :")
keep smile :))))


Terakhir saya dan teman-teman sekelompok mengunjungi kelas tuna netra yang isinya hanya 2 orang. Aya dan ..maap saya lupa -_-"..mari kita sebut saja dia Udin. Mereka berdua berumur sekitar 6-7 th. Selain tuna netra mereka juga autis. Waktu kami masuk Aya sedang belajar huruf braille, nyoblos-nyoblos gitu sedang si Udin sama gurunya ngobrol-ngobrol. Awalnya semua berjalan lancar tapi tiba-tiba Aya tantrum, ngamuk gak jelas, cetakan braille dilempar, tusukannya dilempar, kursi dilempar dan teriak nangis mau pulang. Guru dan kami pun bingung, akhirnya Aya saya peluk dan saya pangku, dan seketika itu juga tenang. Well, ternyata gak sia-sia follow Alissa Wahid dan Urban Mama di twitter, jadi tau gimana ngadepin anak tantrum..heuheu
Jadiiii kalau ada yang tantrum mohon dipeluk eeaaaah *kode banget*

Saat itu hati saya miris sekali. Gadis sekecil ini sudah harus mengalami hal sedemikian berat dalam hidupnya. Berapa dari kita yang merasa takut, hampa, kosong ketika dalam kegelapan? Bahkan tidur pun harus ditemani cahaya terang benderang. Sedang Aya tidak bisa melihat ditambah lagi autis. Dan tambah miris lagi ketika ingat, kita yang mengaku normal dan dalam keseharian dengan mudahnya mengolok teman yang asyik sendiri dengan gadgednya, yang sangat menikmati waktu dengan dirinya sendiri "diih autis deh lo" yang mencandai temannya yang kelakuannya "sangat" menyenangkan, have fun, laugh together as a "cacat" one.

Pernah kepikiran gimana orang yang beneran autis dan yang beneran cacat menjalani kehidupan mereka? Pernah kepikiran apa yang dirasain dan kehidupan macam apa yang dijalani keluarga mereka?
We have no idea, right?
Then, stop using those words as a joke in our social life.

Sedih.

Kelar dari SLB kami balik ke kelas dan berbagi kesan pesan yang di dapet setelah dari sana. Pada intinya sih jadi lebih bersyukur atas apa yang kita punya. Bisa dibilang seberat apa pun masalah kita kalo dibandingin sama mereka, apalah artinya kan ya? Kita masih bisa melihat, mendengar, berbicara.
Tau Helen Keller kan. Beliau adalah seorang humanis, philanthropist dan seorang tuna rungu, tuna netra, tuna wicara. Beliau mendapat gelar sarjana dan menguasai 5 bahasa. Malu banget sama diri ini yang jangankan fasih bahasa Inggris, bahasa Indonesia aja suka belepotan -_-".
Ini quote dari beliau yang ngena banget buat aku, dan selalu kepake kalo lagi ngerasa down ato mikir kok hidup ini gini amat sih

 begitu banyak yang telah diberikan kepada saya, saya tak punya waktu untuk memikirkan apa yang tidak saya miliki

Trus lagi semakin nyadar kalo "tidak normal, cacat, dll" itu bukan padanan kata yang pas untuk mereka. Karena dibalik segala kekurangan fisik dan mental yang mereka miliki, mereka sama normalnya dengan kita. Mereka adalah orang-orang luar biasa karena dengan kekurangan yang mereka miliki mereka masih bisa menjalani hidup mereka dengan baik, tetap semangat, tidak putus asa dan malah tidak sedikit dari mereka yang berprestasi. Bow down for them :")




God is both all-powerful and morally perfect, he must have created the best possible world. God could not have created a world that wasn't the best - Leibniz

Read More

Monday, October 21, 2013

Free will

Pernahkah kamu memikirkan, kenapa kamu hidup sebagai kamu? Kenapa kamu harus menjalani kehidupan yang kamu alami dan jalani sekarang? Kenapa kamu tidak menjalani kehidupan seorang Miranda Kerr? Atau Cara Delevingne? Atau Adam Levine atau Justin Timberlake? Tapi kudu kamu!

Mulai kepikiran gak sekarang? 
Jadi gini.
Pernah dengar gak kalau hidup ini hanya sementara dan hanya sandiwara? 
Saya pernah. Dan itu tertulis di kitab suci agama yang saya anut. Ada beberapa ayat yang menuliskan bahwa dunia itu hanya panggung sandiwara, hanya senda gurau dan sementara.
And I believe that God is its script writer, casting manager, and also its director. We're all just His actors and actresses.

Saya yakin setiap yang diciptakan Tuhan pasti punya perannya masing-masing dalam kehidupan ini. Siapa jadi siapa melakukan apa. Siapa yang jadi aktor utama siapa jadi pemeran pendukung.
Dan jadi pemeran apa pun kita. Mainkanlah peran kita dengan baik. Masak iya udah capek-capek hidup di dunia gak ada sesuatu yang bisa kita lakukan untuk  menjadikan dunia ini lebih baik. Gak cuma lahir-sekolah-sekolah-sekolah-sekolah-kerja-nikah-bikin anak-punya anak-cari duit-bikin anak-cari duit-mati. Gitu aja siklusnya. Bosen gak sih? Setidaknya buatlah kehidupan kita yang sementara di dunia ini penuh makna. 

---

Pernah kepikiran gak? Sebenarnya kita ini punya kehendak bebas akan hidup kita atau semuanya sudah tertulis? Detail sampai per detik apa yang terjadi dalam hidup kita?
Saya jadi kepikiran jangan-jangan Tuhan punya teknologi maha canggih. Mengingat Dia adalah maha segala kan ya. Katakanlah semacam program excel yang maha canggih yang punya fungsi "if". Pada tau kan ya cara kerjanya gimana. rumus if ataupun multiple if
Fungsi Logika If
IF (Jika)
=IF(uci="pergi","ketemu jodoh",IF(uci="tidak pergi","ketemu jodohnya tahun depan"))

Fungsi If Dengan Dua Ekspresi
If(Or(
IF(AND(
=IF(OR(uci="sedekah",uci="dhuha"),10*rejeki uci)
=IF(AND(uci="tahajjud",uci="puasa"),10*hidup uci)

Misalnya tanggal 21 oktober 2013 hujan deras, uci rencananya mau pergi lari marathon.  Kalau uci pergi maka dia akan bertemu calon jodohnya di lari marathon kalau tidak dia akan bertemu jodohnya tahun depan.

Kalau uci istiqomah sedekah atau dhuha maka rejeki uci akan bertambah 10 kali lipat
Kalau uci istiqomah tahajjud dan puasa sunnah maka jalan hidup uci akan dilapangkan dimudahkan 10 kali lipat.

HA! HA!
Gitu gak sih? Amazing banget ya.
Kalau saya pikir sih, kita punya dua-duanya. Kehendak bebas dan juga suratan takdir yang tidak bisa diganggu gugat. Yang gak bisa diganggu gugat itu kayak kita itu pasti mati. Nah yang beginian dalam agama yang saya anut namanya qodho dan qodar.

---
Kepikiran lagi.  Apakah menjadi pemberontak itu salah? 
Gara-garanya baca halaman awal Infernonya Dan Brown yang ngutip Inferno nya Dante Alighieri di bukunya The Divine Comedy yang terdiri dari Inferno, Purgatorio, dan Paradiso. Inferno sendiri artinya neraka dalam bahasa Itali. Nah si Eyang uyut Dante ini bilang kalo Inferno itu “The darkest places in hell are reserved for those who maintain their neutrality in times of moral crisis"

So, for me being rebellious is not wrong at all. It doesn't mean I'm only breaking the rules. It means that i do not stop caring.  I do not choose to be neutral when something goes wrong in my environment. There's something i stand and fight for. Dan itu yang bikin hidup kita bermakna kan? Ada sesuatu yang kita perjuangkan.

Tragedi itu bukan ketika krisis moral terjadi, tapi ketika ia terjadi dan tidak ada orang yang peduli.
Di belahan dunia sini ada yang kelaparan, tidak tersentuh pendidikan, tapi di belahan dunia sana tidak peduli yang penting diri sendiri tidak mengalami. Keamanan diri sendiri dijunjung tinggi dan mengindahkan penderitaan orang lain.

Dan ya..menurut Eyang yut Dante, tempat tergelap di neraka itu ya buat orang-orang kayak mereka ketika terjadi sesuatu yang salah maka dia tidak melakukan apa-apa padahal dia punya kemampuan untuk itu.

Dan saya merasa beruntung bahwa di negeri tempat saya berdiam masih ada orang-orang yang berdiri dan kerja bakti untuk melakukan perjuangan melawan krisis yang terjadi di sini.

Ah udah ah bobok ah.


N.B: Don't be so serious. It's just random thoughts that pop up when you're suffering from insomnia at 2 am and need to get up at 3 am


Read More

Thursday, October 10, 2013

Pra Jabatan Golongan 3 Kemenkeu 2013: 24 Hari untuk Selamanya Chapter 1

First thing first, I never imagine I could be a civil servant. Second thing, never thought I would enjoy to be one. I kept thinking I am in the wrong place. But like Paulo Coelho said in Aleph: many times the "wrong" trains took  me to the right place. 
And that "wrong" train named prajab took me to be in Kelas C and meet 25 awesome people who, now, I consider as my family.


Aaarrgh bingung mau mulai darimana. Perasaannya masih campur aduk. Memori loncat ke sana ke mari rebutan melarikan diri.
Baiklah *tarik napas dalam-dalam keluarkan perlahan*
Mari mulai dari minggu pertama. Tidak. Mundur lagi seminggu sebelum prajab dimulai.

Entah sejak kapan mulai santer terdengar desas desus prajab gol 3 kemenkeu 2013 akan segera dilaksanakan. I didn't give a damn. Not interested, lebih tepatnya. Berminggu-minggu belajar dari pagi sampe malem...iiiuuuuuh so not me. I am FUN. and prajab doesnt sound fun at all.

But then, akhirnya surat pemanggilan peserta tiba. Prajab dimulai dari 16 September - 9 Oktober 2013 *still not interested*.

Nah berhubung kami diasramakan jadi kami diwajibkan untuk sudah ada di asrama sejak tanggal 15 September. Tepatnya di Wisma Duta Wiyata, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Berangkat ke sana bareng Dian. Pergi abis asar (dengan meninggalkan kamar kos yang rapi tiada tara yang mana merupakan keajaiban dunia) nyampe sana sebelum magrib dan dikabarin kalo sekamar sama anak-anak DJKN lainnya (mami dan puput) well, I smelled something went wrong. Kan diasramain. Satu kementerian pula. Masak boleh milih temen kamar. Weird. But then, I didn't care. Trus liat daftar kelas dan aku masuk kelas C. Yang jelas tiap kelas terdiri dari berbagai eselon 1 dong ya. Langsung mikir "diih..gak yakin bakal asik ni kelas..gak papa lah yang penting sekelas sama Vera, Puput, Lia, Resi" (and I admit I was wrong)

Kelar beres-beres kamar disuruh kumpul di aula buat dikasih pengarahan sama penyelenggara. Ngobrol ngalor ngidul eh ternyata peraturan yang ada di surat pemanggilan itu beda sama peraturan "sebenernya". Di surat gak ada disuruh pake sepatu hitam. Di peraturan "sebenarnya" WAJIB pake sepatu hitam. Lha kok kesannya seenaknya gitu kan. Akhirnya sempet gontok-gontokan dan suasana memanas gitu sodara-sodara. Kan kita gak terima yaa..masak iya kudu beli-beli lagi T.T. Sepatu item, kaos kaki (yeap heels+kaos kaki) Lha tapi akhirnya kami disuruh melengkapi yang kurang kesokan harinya setelah acara pembukaan. Itu satu. Dua, kita disuruh pindah kamar karena sesungguhnya sudah diatur sebelumnya. Laah trus kenapa resepsionisnya bolehin ajaa. Koordinasi antara penyelenggara sama wismanya gimanaa??? Meeeen stres banget meeeen. Mumet langsuuung meeen. kelar pengarahan langsung beberes dan pindah kamar. Aku sekamar sama Lina anak kelas B dan Marlina anak kelas D. Gimana gue harus bertahan selama 24 hari ke depan meeen. Pengen semua ini segera berakhir meeeen.

Tapi yah berusaha santai aja sik. Keesokan harinya kelar pembukaan kita ada waktu bebas yang mana dinamakan "belajar mandiri" langsung cus ke poin square cari sepatu item, kaos kaki, iket pinggang item. Selama belanja yang ada ngumpat aja dalem atik..makan atik makan atik deh. Gak sukaaaak mana tiap hari kudu pake baju item putih T.T ku tak bisa bebas berekspresi T.T

Naaah hari Selasa, 17 Sept 2013 mulai materi pertama. Mulai bareng-bareng sama anak kelas C. Kita ber 26 orang nih. Dan bow down buat panitia yang udah nyatuin kami ber 26 :)


Ada Alan - BKF, Gun - Pajak, Dimas - BKF, Mas Adi - DJPK, Mas Wisnu - Pajak, Aryo - Perben, Tomo - Sekjen, Lasdi - Pajak, Median - Pajak, Aya - Perben, Lia - DJKN, Gita - Pajak, Sagita - Pajak, Sheila - Sekjen, Mb Irma - Itjen, Evelyn - Sekjen, Neky - Pajak, Puput - DJKN, Kiki - Perben, Levi - BKF, Resi - DJKN, Dina - BKF, Vera - DJKN, Novia - Pajak, dan saya sendiri. Dan kami kelas C diketuai oleh ketua kelas kami tercinta Median :)

Malem sebelumnya. Pas setelah makan malam dan menunggu apel malam kita kumpul di kelas. Ngebahas apa coba..ngebahas yel-yel :D dan akhirnya saya mengusulkan pake jingle coca cola
Kami kelas C 
kelas paling ceria
Cantik ceweknya
Cakep Cowoknya
Tuk ikut prajab dan jadi PNS
Siapa yang ceria always pasti kita....

Akhirnya ketauan juga aslinya kalo anak ini sukanya nyanyi plus joged-joged gak jelas..sampe anak-anak DJKN tak mau mengakui kalo mereka mengenalku -_-"

Menurutku sih that night was our 1st best moment. Tentu ada momen-momen terbaik lainnya pastinya :). Tapi malam itu bener-bener mencairkan suasana..bener-bener pada gak tau malu. Pada joged cik kalakapiapia cik yang dikomendani oleh suhunya - mas Adi. Joged Agnes Monica. Dangdutan. Indiaan. Rusuh Parah lah pokoknya. Bener-bener pelepas stres banget :D

Bahkan sampe apel malem pun excitementnya masih ada. Gak tahan diem lama intinya. Pada pecicilan semua sih...mihihihi

Hari pertama dateng ke asrama itu hari minggu, hari kedua hari senin tapi rasanya kayak udah seminggu :))
Bahagia itu prajab ada di kelas C. Sejak malam itu prajab terasa berbeda. Sejak malam itu *not interested at all* hilang dari kamus saya. You guys made it bearable :')

Apa aja momen terbaik kami lainnya? Sampai jumpa di chapter selanjutnya :)))
*Ijin keluar
*hormat






Read More

Monday, September 2, 2013

Jambore Sahabat Anak XVII

Rumah Bimbel Senen. Tenda Motor. 
Tenda Terdisiplin. Tenda Terbaik Jambore Sahabat Anak XVII
Juara Favorit & Juara 2 Karya Anak Indonesia

Lama banget ya kayaknya udah gak up date ini blog. But hey i come back with a great news!!! RBS sapu bersih Jambore Sahabat Anak XVII di Bumi Perkemahan Ragunan 24-25 Agustus 2013 kemarin.

2 hari bareng sama mereka itu luar biasa banget! Jadi ada 41 tenda dari berbagai daerah JABODETABEK plus Bandung dan Jogja. 

Suka banget berinteraksi sama anak-anak. Kids have the purest soul, i think. They'll know your true intention towards them. They see the visible and invisible part of you. Jadi gak perlu pura-pura. Gak perlu menduga-duga, curiga, takut, dan kecewa kalo mereka menyalahartikan tindakan kita. They dont see what or how we look like. They see what we do towards them. How we treat them.

Kayak pas briefing relawan pendamping. Ada ngeliat mas-mas badannya penuh tatto. Langsung mikir..wuih ni orang yakin ikutan jadi relawan. Eh gak taunya pas di jambore ngurusin anak-anaknya itu keren banget..dipelukin adek-adeknya gitu..trus dia ketawa-ketawa kesenengan gitu..yampuuun so sweet banget. Mikirnya gitu kan ya..tampilan luar sangar musti sangar juga ternyata..luarnya metallica dalemnya kahitna *lho* pun juga yang luarnya ayu mendayu belum tentu dalemnya juga ayu. yeap there are people who are beautiful but plain horrible. Semoga kita termasuk yang cantik luar dalam yeaah. Kayak kata cerrybelle
You are beautiful, beautiful, beautiful *thank youuu*

Kamu cantik, cantik, baik hatimuuu *thank youuu*
Yekaan..sometimes the people who we think they are beasts, ternyata malaikat and vice versa.


sama indah

Nah kan jambore sahabat anak itu ada 1000 anak jalanan/ marjinal dan 500 kakak pendamping. Dan alhamdulillaah jadi salah satu kakak pendamping dari Rumah Bimbel Senen dan kebagian megang si Indah. Kemana-mana berdua. Makan, mandi, segala macem diurusin deh pokoknya. Dan bener deh acara ini bener-bener memanusiakan mereka. Hiburan banget buat mereka. Bener-bener memenuhi hak mereka sebagai anak yang mana bisa jadi gak mereka dapet di kehidupan mereka sehari-hari. Anak jalanan itu memang terlihat keras sekali karena memang begitu lah lingkungan mereka. Lingkungan mereka yang membentuk  mereka. Tapi sebenernya deep down inside mereka tetep anak kecil yang butuh wadah untuk mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dan rasakan.

Hayo pada tau gak apa aja hak dasar anak? Berdasarkan Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989 (Sumber: Sahabat Anak) Ini ni 10 hak anak:
  1. Bermain
  2. Mendapatkan PENDIDIKAN
  3. Mendapatkan PERLINDUNGAN
  4. Mendapatkan NAMA sebagai identitas
  5. Mendapatkan status KEBANGSAAN
  6. Mendapatkan MAKANAN
  7. Mendapatkan akses KESEHATAN
  8. Mendapatkan REKREASI
  9. Mendapatkan KESAMAAN
  10. Mendapatkan PERAN dalam PEMBANGUNAN

Kadang kita yang "merasa" dewasa acapkali mengabaikan anak-anak bukan. Seperti, ah kamu masih anak kecil, tau apa sih kamu anak kecil. Atau malah yampuun kamu masih anak-anak ngapain kayak gitu, dll. Semacam anak-anak itu bukan manusia gitu. Padahal daya serap mereka tinggi sekali. Jadi hati-hatilah dalam bertutur dan bertingkah di hadapan anak-anak karena mereka dapat meniru apa yang kita lakukan.

Kepikiran gak sih kenapa politisi-politisi itu kalo ngomong dan bertindak suka gak beres. Padahal mereka adalah orang-orang yang mengenyam pendidikan bahkan sampai jenjang tertinggi bahkan hingga ke luar negeri. Bisa jadi dari masa kecil hingga dia tumbuh kembang berada di lingkungan yang tidak bagus, di mana hak dasarnya sebagai anak tak terpenuhi. Jika kita ingin generasi penerus bangsa kita adalah generasi yang terdidik yang tidak hanya memiliki pendidikan tinggi tapi juga memiliki budi pekerti yang luhur maka mari sedari dini kita menjadi sahabat bagi setiap anak yang kita temui. Jadikan dunia mereka indah, niscaya masa depan mereka pun akan indah.

Apa yang sedang kita coba lakukan sekarang dengan menjadi sahabat anak bukanlah sebuah suatu gerakan instan yang hasilnya bisa langsung keliatan. Hasil dari gerakan ini baru dapat dipetik 5-10 tahun atau malah lebih. Tapi hanya karena perjalanan yang kita tempuh sungguh panjang tidak serta merta menciutkan semangat kita untuk  melakukan perubahan.

Untuk para relawan sahabat anak di mana pun kalian berada. Tetap sehat tetap semangat, yes!!!
Read More

Tuesday, July 2, 2013

When You Care. You Share.

Weekend kemaren berjalan sungguh ruarrrr biasa. Apa sebab? Aku ceritain yah :D

Jadi ceritanya jumat malem sama neng Tia, temen satu kos di 2nd Home (gaya bener kan nama kos-kosannya :p) ambil tiket Ariah di PI. No macetos. Trus dinner bareng trus memutuskan buat nonton "Now You See Me" yang mana sungguh memukau. Sungguuuuh aku ingin punya pacar bisa sulap, bisa joged, bisa dipanjat, pinter ngelawak, cerdas, soleh, baik hati, treat me so well... Laaah malah syurhat kan akik jadinya..mihihik..yagapapakan..yakali ada yang baca dan ada kenalannya yang begitu, plis jangan ragu dikenalin ke akyu..uwuwuwuwu.

Okeh balik nonton udah larut malem banget kan ya, dini hari malah kayaknya. Jadi wajar kan kalo Sabtunya baru bangun ketika mentari bersinar terik :p. Kan kalo tiap sebtu jadwalnya akuh ngajar di Rumah Bimbel Senen, naah yang bikin seneng adalah banyak yang mau ikutan. si Indah (temen kos), sama anak-anak DJKN mas Wegig, Hikmah, mas Eko, dan satu mas lagi aku lupa..mianheeeeee >.<

Nah pas tanya mb Widya hari itu jadwalnya ngajar apa ternyata pembukaan Taman Ilmu Senen. Pas bilang ke temen-temen okelah gak papa kan masih observasi :D

Pas ke TKP omo lah..jadi kayak ada panggung kecil gitu. Anak-anaknya pada pake baju betawi. Ada yang jadi MC, si Ari yang mana sungguh luwes walaupun pake teks. Dia bilang "belum terlambat mengucapkan selamat ulang tahun untuk kota kita tercinta, kota Jakarta. Semangat bapak Jokowi, semangat bapak Ahok, semangat kita semua. Kereeeeeen...
 
Trus pas Ari mempersilahkan ketua panitia untuk memberikan sambutan, aku pikir kan kakak-kakak pengajarnya ya..eh gak tau nya si Aldin dan dia pun luwes sekalih subhanallooooh..taman ilmu senen ini dari teman-teman dan untuk teman-teman. Terima kasih semuanya.

                                         si Aldin koko putih sarung biru pada perform...lucuuuk


                                                3 cewek ini ngedance cobaaaaak :D


                   lagi musim sunatan :D yang satu penasaran dipegangin mulu, yang satu cuek, yang satu merana gitu mukanya :D

Gak tau kenapa tiap kali ke RBS energi yang dibawa sama adek-adeknya itu luar biasa. Auranya positif. They lighten me up :')

Kelar dari RBS balik kos siap-siap mau ngedate sama Tia buat nonton Ariah. And It was awesome, magic. 


Sorry for bad quality. Seriously it made me wanna cry :')

Kelar nonton dinner sama Tia ngomongin idup..pas sama Indah juga, ngomongin relationship. Ternyata there are people who simply dont know how to show their love. Manusia itu kompleks kata Tia. When they're in love, instead of saying "i love you" they say "goodbye". Sounds crazy, eh? But that's possible.

But it doesnt make sense for me. When you care, you share.
But yeah maybe we're afraid to care too much because we fear the person we care doesnt care at all.
It's easier to pretend that we dont care, isnt it?
I understand that.

But understanding doesnt always mean agreeing.
Dan di atas itu semua, bersyukur banget sama weekend kemaren. Yes, when you care, you share. And I thank Allah for all those things that have happened in my life. It makes me realize that i have wonderful people around me who care about me :")
Read More

My Blog List

Powered by Blogger.

© 2011 L'histoire de Ma Vie, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena